Astaghfirullah, Ini Rumah Sakit Pratama Tanah Abang PALI Habiskan Dana Rp.17 M Lebih Hanya…..

TRANSFORMASINEW.COM, PALI.  Entahlah dosa besar apa yang sedang hinggap di kabupaten yang hanya memiliki lima wilayah administratif kecamatan (Tanah Abang, Abab, Penukal, Penukal Utara, dan Talang Ubi) ini.

Kalau kita ibaratkan dengan suatu penyakit, mungkin penyakitnya sudah mencapai tahap yang sangat kronis.

Mari kita jalan-jalan sebentar di salah satu wilayah administratif kecamatan yang ada di Bumi Serepat Serasan yang berbatasan langsung dengan wilayah Kota Prabumulih, yaitu Kecamatan Tanah Abang.

Kecamatan yang berpenduduk kurang lebih 40.000 jiwa ini memiliki situs purbakala yang amat bersejarah, yaitu Candi Bumi Ayu, yang terletak di Desa Bumi Ayu, Kecamatan Tanah Abang.

Untuk berkunjung ke Kecamatan Tanah Abang sebenarnya bisa ditempuh lewat beberapa jalur. Salah satunya melalui Kecamatan Abab yang hanya akan memakan waktu sekitar 30 menit saja.

Dari Kecamatan Abab nantinya kita akan melewati beberapa desa di antaranya Desa Pengabuan, Harapan Jaya, dan Desa Raja. Setelah memasuki Desa Raja, Kecamatan Tanah Abang, mohon kurangi laju kendaraan Anda.

Setelah Anda menemukan sebuah bangunan sekolah SMP Negeri, belokkan kendaraan Anda ke kiri. Sekitar jarak tempuh 300 meter, Anda akan menemukan sebuah bangunan karya Kabupaten Pali, dimana tumbuh-tumbuhan di sana telah hidup subur mengalahkan tingginya bangunan.

Bangunan apakah itu?

Itulah bangunan Rumah Sakit Pratama Tipe D Kecamatan Tanah Abang. Hasil pantauan  beberapa media lainnya di lapangan Sabtu (10/06/17), nampak bangunan rumah sakit yang seharusnya menjadi kebanggaan masyarakat Tanah Abang tersebut terkesan terbengkalai.

Seperti rumah hantu yang amat menakutkan. Nampak rerumputan dan tumbuh-tumbuhan hidup subur, bahkan tingginya mengalahkan fisik bangunan.

Berdasarkan data yang dihimpun Media dari berbagai sumber, Rumah Sakit Pratama Tanah Abang pada mulanya dibangun ke dalam beberapa tahap.

Tahap I,  dimulai pada tahun 2015 melaui Dinas Cipta Karya dan Pengairan Kabupaten Pali, dengan menghabiskan anggaran Rp.9.989.442.000.
Kemudian tahap II, dibangun pada tahun 2016 dengan realisasi anggaran sekitar Rp.7.907.101.000. Namun sekarang proyek tersebut mangkrak dan terbengkalai.
Diperkirakan bisa jadi tempat yang nyaman untuk setan-setan, hantu-hantu, dan mahkluk gaib lainnya bergentayangan. Lantaran keadaannya yang semerawut dan terkesan tidak terawat.

Sumber: Klikanggaran.com 

Posted by: Admin Transformasinews.com