PLN Hemat Rp 9,4 M Per Bulan dari SUTT Sambutan-Bontang

Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) 30kV-150kV.

Jakarta – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan X Kalimantan Timur telah berhasil menyelesaikan pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilo Volt (kV) Sambutan – Bontang pada 25 Juli lalu.

Jaringan listrik 150 kV dari Samarinda melalui Gardu Induk (GI) Sambutan ke arah Bontang tersebut membentang sepanjang 90 km dengan jumlah tower 245 unit yang dibangun sejak tahun 2009.

Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN, Bambang Dwiyanto, mengatakan pembangunan transimisi 150 kV sempat mengalami beberapa kendala antara lain sulitnya pembebasan lahan, pemberian ganti rugi dan penolakan masyarakat/pengusaha tambang batu bara yang dilintasi jaringan 150 kV. Pada 2013 sebanyak lima titik tower terpaksa dipindahkan (reroute) agar pekerjaan tersebut dapat dilanjutkan.

“Pada 25 Juli 2014 kemarin jaringan transmisi 150 kV tersebut mulai dialiri listrik setelah beberapa rangkaian pemeriksaan dan pengujian, baik di sepanjang jalur transmisi maupun di lokasi GI (gardu induk) yang akan dihubungkan oleh jaringan tersebut,” kata Bambang dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (08/08).

Bambang menuturkan dengan beroperasinya transmisi 150 kV tersebut maka pelanggan listrik di wilayah Bontang dengan beban puncak 21,4 MW akan menikmati keandalan suplai energi listrik yang dapat diperoleh dari Sistem Mahakam. Kebutuhan listrik di Samarinda dapat diperoleh dari kelebihan daya dari pembangkit di Bontang.

Dengan adanya kelebihan daya Pembangkit Listrik Tenaga Mini Gas (PLTMG) dari PT BME di Bontang dengan daya sebesar kurang lebih 8 MW maka pengoperasian transmisi tersebut akan dapat menyalurkan energi listrik ke sistem Mahakam yang mencakup wilayah Samarinda-Balikpapan dan Bontang.

Potensi penghematan dari penggunaan bahan bakar minyak ke gas yang dilakukan PLN kurang-lebih Rp 300 juta per hari dengan perhitungan selisih Biaya Pokok Produksi (BPP) antara BBM (HSD) dan Gas sebesar Rp 1.668/kWh.

“Apabila transmisi 150 kV beroperasi dan masuk ke Sistem Mahakam dengan tambahan daya dari excess power PLTMG Bontang maka PLN diharapkan dapat melakukan penghematan sebesar Rp 9,4 miliar per bulan,” ujarnya.

Hal ini membuktikan PLN senantiasa berusaha untuk memenuhi kebutuhan energi listrik di wilayah Kalimantan Timur dengan memperluas jaringan interkoneksi dan sekaligus memperkuat sistem yang telah ada.

Dengan selesainya Pembangunan SUTT 150 kV Sambutan-Bontang, PLN saat ini sedang fokus untuk menyelesaikan jaringan transmisi Palaran-Senipah, Tenggarong-Kotabangun, Karangjoang-PLTU Kaltim-Petung-Kuaro-Tanjung dan Pembangkit Litrik Tenaga Uap (PLTU) Kaltim 2X110 MW, yang semuanya ini ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Timur melalui ketersediaan infrastuktur listrik yang andal.

“Agar rencana ini dapat segera terwujud dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kalimantan Timur, maka peran serta dan partisipasi aktif masyarakat dalam tahapan pembebasan lahan dan tanam tumbuh sangat menentukan keberhasilan target pembangunan kelistrikan tersebut,” kata Bambang. (Berita Satu.com)