
TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG. Ratusan wartawan dari berbagai media, baik cetak, elektronik maupun online, melakukan aksi unjuk rasa di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sumatera Selatan (Sumsel), Jum’at (12/5). Aksi ini dilakukan karena adanya tindakan intimidasi dari oknum kepolisian Polda Metro Jaya.
Intimidasi ini terjadi ketika enam awak media di Sumsel melaksanakan tugas peliputan saat Polda Metro Jaya melakukan penggerebekan pelaku peretas ATM di Jalan Bungaran 1, Kelurahan 8 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang, Rabu (10/5).
Ketika itu, oknum kepolisian melakukan tindak kekerasan dengan meminta paksa penghapusan foto dan video hasil liputan Sri Hidayatun, wartawan Tribun Sumsel.
Sebelum peristiwa terjadi, sekitar pukul 09.00 WIB Sri bersama wartawan yang bertugas liputan bidang kriminal di Polresta Palembang mendapatkan info adanya pengerebekan gembong penipuan berkedok online.
Informasinya anggota Direskrimum Polda Metro Jaya dibantu anggota Polresta Palembang. Lalu, wartawan MNC TV David menghubungi salah satu anggota dan membenarkan adanya pengerebekan tersebut.
Sekitar pukul 10.00 WIB, enam wartawan, Sri Tribun Sumsel (korban), David MNC, Dian Sumatera Ekspres, Deni Koran Kito, Aji Palembang TV, Yudi Kompas TV dan Sadam RMOLSumsel mendatangi TKP dengan mengendarai mobil.
Ketika sampai dilokasi sekitar pukul 12.00 WIB, wartawan yang enggan kehilanggan momen penangkapan mencoba merekam dan mengambil foto dari dalam mobil.
Sayangnya, apa yang dilakukan wartawan ini tidak disenangi pihak berwajib. Melihat wartawan datang, salah satu oknum anggota polisi justru menghampiri mobil dengan marah-marah dan meminta menghapus gambar dan video milik Sri.
Oknum anggota Polisi yang mengaku dari Polda Metro Jaya, berpakaian preman (belum diketahui namanya) langsung meminta paksa dan menghapus foto serta video yang direkam saat di TKP.
Anggota lain sempat meredam bersitegang antara Polisi dan Wartawan dan menyuruh untuk menunggu di Polresta saja. Atas permintaan anggota lain, wartawan tetap ingin menghimpun data penggerebekan lantas ke Mapolresta Palembang.
“Dan sekitar pukul 13.00 WIB mobil polisi datang (ke Polresta) bersama pelaku. Namun ketika hendak mengambil foto di Polresta Oknum Polisi Polda Metro Jaya ini juga sempat menghalangi wartawan,” jelas Koordinator Lapangan Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Palembang, Muhammad Muslim.
Tindakan oknum kepolisian ini sangat disesalkan. Kabag Ops Sabhara Polda Sumsel AKBP Gun Hariadi mengatakan, jika wartawan merupakan mitra kepolisian yang seharusnya dilindungi, tidak diintimidasi.
Sumber: Rmolsumsel.com[sri]
Posted by: Admin Transformasinews.com