TRANSFORMASINEWS, PALEMBANG. Pasca dimintai keterangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengenai pembangunan wisma atlit Palembang beberapa waktu lalu. Gubernur Sumsel, Alex Noerdin meminta kepada media memberitakan hal yang positif dan mencerdaskan masyarakat.
“Gini, para menteri dimintai keterangan itu biasa. Jadi lebih baik, nulis yang positif bae. Kalau aku sih, sudah 3-4 kali yang begitu-begitu. Dimintai keterangan (oleh KPK), kami kasih keterangan,” tegasnya saat ditemui, Griya Agung, Kamis (25/2).
Dia menambahkan, awak media seharusnya membuat pemberitaan yang mencerdaskan masyarakat. Berupa hal-hal yang positif, dan menyangkut kesejahteraan rakyat, seperti pembangunan yang terus dikebut pengerjaannya. Sehingga dia minta pemberitaan soal kedatangannya ke KPK tidak usah dilebih-lebihkan.
“Sisi positif bae yang diinikan (diberitakan), dak usah ikut-ikutan yang apa namanya itu. Ngomongken yang positif bae,” pintanya.

Kemaren seharusnya Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin kembali dijadwalkan diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Orang nomor satu di Sumsel itu akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Dudung Purwadi, Direktur Utama PT Duta Graha Indah (DGI).
“Yang bersangkutan akan diperiksa untuk tersangka DPW (Dudung Purwadi). Beliau akan dimintai keterangan terkait dugaan korupsi dalam pembangunan wisma atlet dan gedung serbaguna Pemprov Sumsel 2010-2011,” kata Pelaksana Harian (Plh) Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati, saat di konfirmasi di Gedung KPK, Selasa (23/2/2016).
Namun hingga pukul 12:55 WIB, Alex belum juga tiba di gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Yuyuk mengaku belum mendapat info apakah politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) itu akan datang memenuhi panggilan penyidik KPK atau tidak. “Belum ada info,” tegas Yuyuk.
Yuyuk menuturkan, jika datang maka Alex akan dimintai keterangan terkait apa yang ia ketahui dalam kasus korupsi wisma atlet. Sebelumnya, pada persidangan bulan November 2015 lalu atas terdakwa mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Sumsel, Rizal Abdullah, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK menyebut ada jatah sebesar Rp650 juta dari proyek pembangunan Wisma Atlet SEA Games 2011 di Sumsel yang sedianya diberikan kepada Alex, selaku Gubernur.
Jaksa menyebutkan bahwa uang yang dipegang oleh Dirut PT DGI, Dudung Purwadi tersebut berasal dari anggaran proyek pembangunan wisma atlet dan gedung serbaguna yang telah diterima di PT DGI sebagai pelaksana pekerjaan. Uang tersebut rencananya akan diserahkan oleh Dudung Purwadi kepada Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin. Namun semua itu dibantah oleh Alex saat bersaksi dalam sidang perkara dugaan korupsi dengan terdakwa mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Sumatera Selatan, Rizal Abdullah.
Selain Alex, penyidik KPK juga dijadwalkan akan memanggil Direktur Operasi II PT Waskita Karya Adi Wibowo. Keduanya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Dudung Purwadi yang tiba di gedung KPK sekira pukul 12:45 WIB. Namun Dudung enggan memberikan komentar saat ditanya oleh para awak media di gedung KPK. Ia memilih bungkam dan langsung memasuki gedung KPK usai keluar dari mobil tahanan.
Sementara itu Alex kembali mengatakan, banyak investor yang telah menanamkan investasinya di Sumsel. Sehingga, mempunyai dampak positif bagi daerah. Karena apa, dengan semakin banyak investasi yang masuk dalam bentuk pembangunan. Maka, jumlah pengguran juga akan berkurang, sehingga mengurangi jumlah penduduk miskin.
Seperti halnya, investor yang hari ini melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Perusahaan Daerah dan Energi (PDPDE) Sumsel dengan Buckingham Investment Ltd., (Korea), Korea Gas Corporation (Korea), Strait Assets (Thailand). Untuk pembangunan pipa gas, dan powerplant di Tanjung Api-Api (TAA).
“Bayangkan, kalau ini jadi. Berapa tenaga kerja yang terserap, berapa investasi besar yang masuk. Jadi, paralel, belum sudah Asian Games, Moto GP pulo, kan hebat. Ngomong yang (pembangunan) begitu-begitu aja buat rakyat, lebih mencerdaskan, nggak usah ikut-ikutan yang rombongan cuma ngatoi bae, tapi dio dewek dak katek kontribusinyo,” paparnya.
Komite Olimpiade Asia (OCA) menolak rencana untuk penutupan di Kota Palembang
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel optimis penutupan Asian Games 2018 akan diselenggarakan di Kota Palembang. Meski, dalam Coordination Communication (Corcom) yang ketiga, Olimpyc Council of Asia (OCA) merestui penutupan diselenggarakan di DKI Jakarta.
“Tenang, OCA setuju penutupan dilakukan di Palembang,” tegas Gubernur Sumsel, Alex Noerdin saat ditemui, Rabu (24/2).
Sekretaris Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Akhmad Najib menambahkan, pertemuan atau Corcom beberapa waktu lalu belum final, dan masih ada kemungkinan terjadi perubahan. Melihat dari kesiapan masing-masing daerah penyelenggara Asian Games 2018.
“Itukan baru pertemuan Corcom yang ketiga, nanti akan ada corcom keempat. Mereka (OCA) juga akan melihat progres di Palembang dan membahas keseluruhan baik perkembangan infrastruktur penunjang Asian Games yang dikerjakan,” katanya.
Menurutnya, Indonesia sebagai tuan rumah dalam penyelenggaraan event olahraga besar seperti Asian Games 2018, harus harmonis. Demi menjaga wibawa bangsa dan lain sebagainya.
“Memang kontrak nya di Jakarta, tapi sekarang buktinya pelaksanaan Asian Games melebar ke Palembang bahkan ada yang di Jawa Barat. Jadi bukan tidak mungkin Palembang mampu menggelar penutupan Asian Games,” terangnya.
Berdasarkan pemberitaan di Jakarta, Komite Olimpiade Asia (OCA) menolak rencana untuk penutupan di Kota Palembang dan tetap mengacu pada kontrak tuan rumah (HCC), dan mengancam jika tetap di laksanakan di Palembang. Maka pihak OCA tidak akan mengizinkan atlet peserta bertanding ke Palembang. Disamping itu, pihak OCA melihat akses transportasi yang masih sulit di Kota Palembang menyebabkan mobilitas peserta tidak efisien.
Sumber: Rmol/Han Ter
Editor:AmrizalAr
Posted by: Amrizal Aroni
