Wagub Hadiri Dies Natalies XXXIII Polsri

d1-Dies Natalies Polsri copy
Wagub H. Ishak Mekki menyampaikan sambutan di acara Dies Natalies XXXIII Politeknik Negeri Sriwijaya, di Graha Pendidikan Politeknik Negeri Srwijaya, (30/9).

TRANSFORMASI,Sumsel – Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) menghadiri Senat Khusus Terbuka dalam Rangka Memperingati Dies Natalies XXXIII Politeknik Negeri Sriwijaya, di Graha Pendidikan Politeknik Negeri Srwijaya, (30/9).

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sumsel, H Ishak Mekki mengatakan bahwa secara garis besar pendidikan pada jenjang pendidikan perguruan tinggi (PT) diarahkan kepada tujuan membentuk kecerdasan, kecendekiaan, dan kemandirian, serta membentuk pribadi pemikir dan pencipta.

 

“Untuk mencapai tujuan tersebut, metode belajar mengajar di Perguruan Tinggi berkiblat kepada perolehan ilmu, bukan sekedar pengetahuan. Pengetahuan dibentuk oleh sekumpulan fakta, sedangkan ilmu adalah pengetahuan yang bersistem. Pengetahuan yang sudah berbentuk sistem, artinya ilmu terdiri atas fakta dan teori. Dengan demikian ilmu dapat berfungsi menjelaskan, meramalkan, dan dengan kedua fungsi tersebut dapat mengendalikan keadaan” ucapnya.

 

Lanjutnya, agar pendidikan berhasil sebagaimana yang diharapkan, apapun tujuannya, perlu diselenggarakan dengan proses belajar mengajar yang mencakup tahapan seperti membangkitkan motivasi umum, menumbuhkan perhatian pada subjek yang diajarkan, mengembangkan daya-terima dan daya-ingat bahan yang diajarkan.

 

Disamping itu, membentuk kemampuan reproduksi pengetahuan yang diperoleh, sehingga menjadi miliknya, membentuk kemampuan “generalize” fakta yang merupakan evaluasi pengalaman guna memberikan makna kepada pengalaman tersebut serta menumbuhkan kemahiran dan keberanian memberikan umpan balik kepada pengajar guna menghidupkan komunikasi ilmiah juga merupakan proses agar pendidikan berhasil

 

“Saya mengharapkan dari tema Senat Khusus Terbuka Politeknik Negeri Sriwijaya ini, kita harus bisa mengubah faham pembangunan, meningkatkan sumberdaya manusia perlu dipersiapkan sebagai pembaharuan manusia pembangunan mencakup semua warga masyarakat guna menghapai Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 yang sebentar lagi akan berjalan” tuturnya.

 

Sambungnya, seorang manusia yang siap menghadapi persaingan ekonomi secara ASEAN dicirikan oleh kebiasaan menerapkan pola pikir seperti Lateral thinking yang menumbuhkan pandangan comprehensive  bahwa segala kenyataan berisi ganda atau bersifat majemuk sertaAnalitik dan bersistem yang menumbuhkan pandangan critical dan terpadu bahwa segala kenyataan teruraikan menjadi sejumlah komponen yang berinteraksi dan saling berkompetensi mengwujudkan satu kesatuan perilaku.

 Selain itu, Deduktif yang menumbuhkan pandangan formalistic – konsepsional  bahwa segala kenyataan dapat dijelaskan menurut suatu hukum atau kaedah tertentu juga merupakan ciri manusia yang siap menghadapi persaingan ekonomi ASEAN

 

“Pola berfikir tersebut tadi juga perlu dimiliki oleh mahasiswa/i dalam pengelola pembangunan nasional untuk meluruskan jalan pembangunan dengan landasan yang lebih wajar. Pelurusan ini akan menghadapi banyak tantangan” pungkasnya.

 

Ishak menambahkan bahwa tantangan terbesar datang pandangan generasi pengelola pembangunan lama, suatu hal yang tidak aneh. Tantangan lain yang barangkali tidak kalah berat datang dari kekurangsiapan lembaga pendidikan dan keteladanan untuk mengembangkan pola berfikir semacam itu dalam masyarakat. Keteladanan yang negatif akan mudah menghapuskan hasil pendidikan apalagi kalau hasil pendidikannya tidak mapan benar.

 

Dari semua yang saya bicarakan tadi tak dapat terwujud manakala tidak diawali oleh kepedulian serta sikap kritis terhadap peristiwa sosial yang melahirkan niat dan kemauan untuk turut berperan serta memperbaiki masyarakat. Sehingga nantinya yang kita cita-cita untuk pembangunan Sumatera Selatan  dapat diraih” terangnya.(adv)

d2-Bingkai Piagam 10 copy               d3-Bingkai Piagam 10 copy