Siapkan Masyarakat Indonesia Hadapi ASEAN Community

PESERTA SEMINAR PROGRAM CSR
Peserta seminar mengunjungi sektor pertanian yang merupakan program CSR dari Pertamina. (Foto: Sukro R)

TRANSFORMASINEWS, BANTUL – ASEAN Community akan direalisasikan tahun depan. Kepastian itu berdasar kesepakatan pada KTT ASEAN di Filipina. Pembentukan komunitas ASEAN punya tujuan mendasar yakni, membangun sebuah hubungan kerjasama yang kooperatif, integratif di Asia Tenggara. Kedepan komunitas tersebut akan bekerjasama diberbagai aspek diantaranya, ASEAN Political and Security, (APSC), ASEAN Economic Community (AEC) dan ASEAN Socio Cultural Community (ASCC). Tiga hal tersebut  menjadi kesatuan sistem untuk menopang pencapaian tujuan-tujuan masyarakat ASEAN.

Hal tersebut dikatakan Ketua Panitia  Seminar dan Simposium Nasional bertajuk ‘Youth Society Movement 2014’ Kolaborasi Pemuda Indonesia dengan CSR dalam Menjawab Tantangan ASEAN Single Community, Alfredo Gustiar disela kunjungannya di lahan pertanian  di Desa Argomulyo  Sedayu Bantul, Jumat (14/11/2014).

Lahan pertanian itu salah satu daerah yang masuk program Corparate Social Responsibility (CSR) Pertamina. Program yang juga bekerjasama dengan Kedaulatan Rakyat tersebut digelar Keluarga Mahasiswa Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (Kapstra) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM. Sementara kegiatan dipusatkan di ruang seminar timur gedung Pasca Sarjana Fisipol UGM dan Pertamina Rewulu.

Alfredo mengungkapkan, melalui AEC tersebut dapat menjadikan perekonomian ASEAN menjadi lebih baik.  Karena kerjasama antar negara sudah terbangun dengan baik. Artinya terobosan tersebut menjadikan keberadaan ASEAN lebih strategis di kancah internasional. Sehinga kedepan  kawasan ASEAN menjadi lebih terbuka untuk aliran barang, jasa, investasi dan tenaga kerja terampil, termasuk aliran modal.

Menurut Alfredo, tiga pilar ASEAN Community 2015  terdiri,  APSC, AEC, ASCC. Tiga pilar itu sudah membuka ruang interaksi antar masyarakat ASEAN. Namun disisi lain, masyarakat dan stakeholder  dituntut mengambil peran dalam sistem besarnya. Dengan fakta itu, menurut Alfredo, ASEAN Community tersebut harus dijawab peranan pemuda.

“Pemuda harus  punya kemampuan memberdayakan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu pemuda juga harus ikut andil dalam mempersiapkan menghadapi ASEAN Single Community. Artinya penguatas kualitas tersebut meliputi pengembangan kemampuan ekonomi-produksi masyarakat, pelatihan keterampilan, pendidikan berdemokrasi, pluralisme, HAM serta pengembangan soft-skill.

Sumber: (KRjogja.com)