MENGUAK DOSA PROYEK JALAN SUMBER JAYA- BTS LAMPUNG TA 2016 DIBANDROL RP.54 JUTA

TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG. Hiruk pikuk sebagian masyarakat kabupaten Oku Selatan menyikapi kinerja dinas Pekerjaan Umum terhadap pekerjaan Lanjutan Pemeliharaan dan Peningkatan Jalan Sumber Jaya – Batas Lampung (DAK JALAN) sepertinya terjawab juga.

Kegiatan Lanjutan Pemeliharaan dan Peningkatan Jalan Sumber Jaya – Batas Lampung (DAK JALAN) yang dilaksanakan oleh PT JW berdasarkan Kontrak Nomor 63/SPK/PPK/BM.II/APBD/DPU/OKUS/2016 tanggal 13 Juli 2016 sebesar Rp17.901.928.500,00 dan Addendum Kontrak Nomor 63.a/SPK/PPK/BM.II/ APBD/DPU/OKUS/2016 tanggal 16 September 2016 Belum satu tahun proyek ini di kerjakan sudah terlihat sangat parah kondisinya.

Dengan Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama 150 (seratus lima puluh) hari kalender dan pekerjaan terhitung sejak tanggal 14 Juli 2016 sampai dengan 11 Desember 2016.

BACA JUGA: http://www.transformasinews.com/lima-item-pekerjaan-dinas-pu-kabupaten-oku-selatan-bermasalah/

Berdasar hasil audit BPK terkait Realisasi fisik pekerjaan tersebut sampai dengan Oktober 2016 diketahui sebesar 25,07% dan realisasi dari keuangannya di nilai sebesar Rp.3.580.385.700,00 atau 20% dari nilai kontrak.

Kemudian berdasarkan hasil pemeriksaan dokumen kontrak, addendum kontrak, gambar rencana, back up data, laporan bulanan, dan berita acara pemeriksaan fisik di lapangan tanggal 19 Nopember 2016 yang dilaksanakan tim BPK bersama Pengawas, Konsultan Pengawas, dan rekanan diketahui bahwa terdapat kelebihan pembayaran pekerjaan drainase hanya sebesar Rp.54.882.631,38, adapun Perhitungan kelebihan pembayaran didasarkan pada pergeseran koefisien formulir analisa yang tertera di kontrak dengan mempertimbangkan pemeriksaan fisik.

Adanya ketidak sesuai dalam pengerjaan lanjutan pemeliharaan dan peningkatan jalan sumber jaya –batas lampung dengan memakan anggaran Rp. 17.901.928.500 bersumber dana DAK 2016 yang hasilnya sampai saat ini rusaknya semakin parah.

BACA JUGA:  http://www.transformasinews.com/proyek-jalan-sumber-jaya-bts-lampung-ta-2016-oku-selatan-hancur-diduga-syarat-korupsi/

Hal ini sudah terlihat dari beberapa bulan sebelumnya baru berapa bulan di kerjakan kondisinya di senyalir gagal konstruksi,padahal ini merupakan jalur utama antara provinsi Sumatera selatan dan propinsi Lampung.

Berdasarkan investigasi yang di lakukan di lokasi tersebut tahun sebelumnya sangat jelas , ada beberapa titik jalan yang mengalami kerusakan parah dengan hancurnya permukaan jalan serta retak retak dan telah membentuk lubang, Kondisi ini tentu sangat mengganggu transportasi masyarakat selaku penikmat jalan.

Menurut ketua Lsm Bareta Indonesia Perwakilan sumsel mengatakan,” sebelumnya perihal kerusakan jalan ini sudah lembaga kita klarifikasi, tapi sampai saat ini tidak pernah ada jawaban yang di berikan,baik secara tertulis maupun secara lisan,melihat kondisinya sampai saat ini terkesan tambah parah di senyalir dinas PU Oku Selatan dan pelaksana PT Jaya Wijaya telah kakangi UU No 38 Tahun 2004 Pasal 1 Tentang Jalan UU No 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Kontruksi dan UU No.22 tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan” ujar Boni Belitong Kepada wartawan.

“ buruknya kontruksi pengerjaan jalan tersebut pihak Dinas PU Oku Selatan melalui bidang BM nya telah membuat catatan baru di tahun 2016,berupa kinerja yang tak bermutu di berikan kepada masyarakat,mestinya kan mereka tahu makna dari pemeliharaan dan peningkatana jalan, itu semua sudah ada ketentuan secara nasional terkait magna tersebut untuk di jadikan tolak ukur dalam pengerjaan jalan dengan judul itu “ papar Boni Belitong .

Lanjutnya“ oleh karena itulah patut untuk di pertanyakan di mana pengawasan yang di lakukan oleh pihak PU,dan dimana tenaga tenaga ahlinya di dalam bidang jalan terkait pengerjaan jalan tersebut,kan dari awal dapat di lihat jika pemborong berniat curang dalam pengerjaan itu,kok,di diamkan saja, karena proyek itu di duga sangat jelas tidak sesuai dengan spek ” pungkasnya.

Kemudian Boni Belitong mengatakan “ Sekarang bukan rahasia umum lagi trik trik perbuatan curang yang di lakukan oleh kalangan pemborong dan dinas terkait,ini tak ubahnya permainan judi,dengan patokan audit BPK, jadi di saat ada klarifikasi yang diajukan oleh publik mereka dengan santai menjawab pengerjaan ini belum ada audit, karena yang menentukan kerugian pekerjaan milik negara adalah BPK RI, karena itu lembaga resmi negara, tapi masalah itu tidak akan membuat kita lemah semangat, kita awasi juga kinerja lembaga audit negera tersebut ,jika pengerjaan jalan itu nantinya tidak masuk rendom interval audit mereka maka kinerja BPK RI patut di pertanyakan dengan tegas, jika itu ada nantinya dalam auidt BPK RI maka kita awasi berapa kerugian yang di alami negera dari Rp.17 M lebih dengan waktu 60 hari harus di kembali kan untuk pengerjaan jalan itu,jika tidak akan lembaga kita lanjutkan ke jalur hukum kembali ” tutur nya.

“sebelumnya perihal pengerjaan jalan ini pekan lalu sudah lembaga kita sampai ke kejagung RI ,untuk menindak lanjuti,jika belum ada tindak lanjutnya dari kejagung ,maka nanti kita akan lihat kerugian yang di dapat BPK RI,jika tidak sesuai dengan kenyataan maka lembaga kita akan bersikap tegas untuk mencari kebenaran,bila perlu kita tantang kelapangan tim teknis BPK RI untuk cek ulang apakah benar kinerja perbaikan jalan seperti itu” tegas Boni Belitong

Sementara itu berdasarkan analisa yang di lakukan oleh tim teknis Bareta Ir Fery Kurniawan mengatakan “ melihat bobroknya pengerjaan lanjutan pemeliharaan dan peningkatan jalan sumber jaya – lampung kita perlu ketahui bahwa Jalan raya merupakan suatu lintasan sarana transportasi darat yang berfungsi melewatkan lalu lintas dari suatu tempat ketempat lain,” jelasnya.

“ Mengingat pentingnya peran jalan tersebut karena merupakan salah satu penggerak roda perekonomian dan juga sebagai sarana dan prasarana aktivitas masyarakat diberbagai sektor pembangunan daerah seperti sektor perekonomian, sosial, politik, budaya dan keamanan.” Pungkasnya.

Kemudian lanjutnya Salah satu pilihan adalah perkerasan Lentur (Flexible Pavement) dimana bahan-bahan konstruksi perkerasan lentur terdiri atas bahan ikat (aspal, tanah liat) dan batu, Perkerasan ini umumnya terdiri atas 3 (tiga) lapis atau lebih yaitu: lapis permukaan, lapis pondasi bawah, yang terletak di atas tanah dasar (subgrade),.

BACA JUGA: http://www.transformasinews.com/kejati-siap-usut-laporan-indikasi-korupsi-pu-okus-dan-pu-bm-prov-sumsel/

Pada pekerjaan peningkatan dan pemeliharaan Jalan Sumber Jaya – batas Lampung yang di kerjakan oleh PU BM OKU selatan di senyalir terjadi kesalahan konstruksi yaitu:

a) Kesalahan pekerjaan Lapis Pondasi (Base Course) yang diduga tidak memenuhi syarat dimana Lapis pondasi (base course) dan lapis pondasi bawah (subbase course) disinyalir : Tidak mampu menahan beban karena kekuatan dan ketahanan terhadap kelelahan (fatigue) tidak merata Karena pembentukan lapisan yang relatif tipis, sehingga beban perkerasan tidak menyebar Hal ini diduga di sebabkan mutu material dan dimensi ketebalan pondasi diduga tidak sesuai perencanaan.

b) Campuran Aspal dan agregat untuk lapis perkerasan atas diduga tidak memenuhi syarat dimana : Aspal pada lapis perkerasan berfungsi sebagai bahan ikat antara agregat untuk membentuk suatu campuran yang kompak, sehingga akan memberikan kekuatan masing-masing agregat (Kerbs and Walker, 1971) tidak terpenuhi karena diduga speks material diduga tidak memenuhi speks teknis.

Selain sebagai bahan ikat, aspal juga berfungsi untuk mengisi rongga antara butir agragat dan pori-pori yang ada dari agregat itu sendiri namun diduga karena persentase aspal dalamcampuran tidak sesuai speks teknis maka pungsinya tidak terpenuhi.  papar Fery kepada wartawan.

Sementara itu berdasarkan investigasi tim di lapangan pekan lalu ,kondisi jalan tersebut sedang dalam pemeliharaan,namun kondisinya tambah parah,hal ini memperkuat asumsi bahwa pengerjaan jalan ini gagal dalam konstruksi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum selaku pengguna anggaran kurang melakukan pengawasan atas pelaksanaan kegiatan, dan kinerja dari PPK kurang cermat dalam mengkaji analisa harga satuan pekerjaan yang digunakan, senyalir dengan itu keberadaan dari Asisten teknik dan pengawas lapangan lalai dalam melaksanakan tugas,sehingga pekerjaan yang bernilai puluhan Miliar ini tidak memberi dampak yang baik bagi masyarakat.

Terlepas dari audit BPK tersebut telah memberikan angin surga yang besar kepada mereka yang terlibat dalam lingkaran itu,sehingga dengan nilai bandrol Rp.54 juta dapat menebus semua kesalahan di muka bumi ini.

OPINI : Tim Redaksi

Sumber: LHP BPK-RI 

Editor:  Nurmuhammad

Posted by: Admin Transformasinews.com