Gubernur MoU Dengan Pelindo

Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero) di Griya Agung Palembang, Selasa, (24/6).

MoU tersebut mengenai Kesepakatan Bersama. Dalam Pengelolaan Alur Pelayaran Sungai Musi dari Hulu sampai ke Ambang Luar / Muara Sungai Musi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan PT. Pelabuhan Indonesia II.

Dalam sambutannya, Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin menjelaskan bahwa Sumatera Selatan luar biasa. Sumatera Selatan merupakan salah satu Provinsi terkaya akan sumber daya alam. Kekayaan akan sumber daya alam yang meliputi batubara, gas alam, minyak bumi, panas bumi dan gas metan.

“Batubara kita sejak zaman Belanda. Separuh batubara Indonesia ada di Sumatera Selatan. Sumatera Selatan memiliki cadangan hingga 22,24 milyar ton atau 48,48 cadangan nasional sedangkan yang diproduksi 9,5 juta ton per tahun atau 9,5 produksi nasional. Batubara kita menerangi Singapura, Jawa dan Bali” ucap Alex.

Lanjutnya, untuk gas alam Sumatera Selatan memiliki cadangan sebesar 24n,18 TSCF (ton standard cubic feet) atau 6,29% cadangan nasional sedangkan yang diproduksi hanya 0,29 TSCF atau 9% produksi nasional. Untuk minyak bumi, Sumatera Selatan memiliki cadangan 757,4 metrik stock tank barrel (MSTB) atau 0,88 cadangan nasional sedangkan yang diproduksi 22,93 MTSB atau 9% produksi nasional.

Sedangkan untuk panas bumi, Sumatera Selatan memiliki cadangan 1,335 mw dan untuk gas metan, Sumatera Selatan memiliki cadangan 122 TSCF.

“Dari uraian diatas, potensi batubara di Provinsi Sumatera Selatan adalah yang paling besar dan saat ini menjadi komoditas primadona yang sangat menjanjikan. Data yang tercatat di dinas pertambangan dan energi Sumatera Selatan, produksi batubata tahun 2014 adalah sebesar 34,5 juta ton.
Batubara dari Sumatera Selatan tidak hanya digunakan didalam negeri akan tetapi juga sebagian di ekspor keluar negeri seperti Singapura, Cina dan India. Jumlah yang diekspor di perkirakan berjumlah 2,5 juta ton per tahun” terangnya.

Hanya yang menjadi permasalahan saat ini adalah masalah pengangkutan batubara tersebut dari tambang sampai ke konsumen masih melalui jalan umum, sedangkan jalan khusus yang dibangun oleh PT Servo sampai saat ini belum rampung dikerjakan.

Saat ini batubara diangkut menggunakan kereta api rangkaian panjang, akan tetapi saat ini masih terbatas produksi batubara priduksi PT Bukit Asam yang diangkut ke pelabuhan di Tarahan Provinsi Lampung.

Salah satu cara yang dianggap efektif adalah batubara diangkut oleh tongkang melalui alur sungai dari stock pile di daerah muara lematang dan bisa langsung ke tujuan. Akan tetapi yang menjadi permasalahn adalah kedalama dan dimensi alur yang berbeda di beberapa tempat.

“Kemudian yang jadi permasalah juga adalah Bottle Neck itu ada di Pemerintah Pusat, kami tidak bisa cepat untuk melaksanakan pembangunan. Sekarang kita melakukan terobosan. Sasarannya adalah Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api-Api (KEK TAA) dan Tanjung Carat. Jalur Kereta Api Double Track 276 Km” kata Alex.

“Untuk itu diperlukan pengelolaan dan pengaturan alur palayaran sungai lematang sampai ke ambang luar.
PT. Pelindo sebagai BUMN operator pelabuhan diharapkan dapat membangu kelancaran distribusi angkutan batubara dan sumber daya lainnya dari Sumsel agar dapat digunakan untuk kepentingan nasional maupun untuk diekspor” tuturnya.

Alex menambahkan untuk itulah juga kami menggandeng PT. Pelindo II sebagai mitra yang berpengalaman dan paling siap dalam pengelolaan masalah angkutan batubara tersebut.

“Kami berharap dengan kerjasama ini permasalahan pengangkutan batubara dapat terpecahkan dan volume angkutan batubara dai Sumsel dapat terus ditingkatkan. Dengan meningkatnya angkutan batubara diharapkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) ikut meningkat sehingga masyarakat Sumsel dapat lebih sejahtera dari sebelumnya” harapnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero), R. J. Lino mengatakan bahwa dirinya dari dulu percaya bahwa laut itu adalah angkutan yang paling murah, angkutan yang tidak ada subsidi BBM.

“Jadi kalau hari ini kita bersepakat untuk membenahi sungai ini sehingga sungai ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk angkutan batubara, saya kira ini pilihan yang sangat tepat” ucap Lino.

Sambungnya, Kerja sama dengan pemerintah provinsi ini akan kita laksanakan dengan serius dan segera sehingga bisa betul-betul membantu pertumbuhan daerah ini. Karena tanpa angkutan yang baik, sangat sulit bagi batubara kita untuk berkompetisi dimana-mana. Harus kita usahakan sedemikian rupa sehingga harga batubara kita itu bisa tinggi. Sehingga uangnya bisa tinggal disini, di Indonesia.

“Jadi saya pikir ini adalah langkah atau keputusan yang sangat istimewa dan kita akan segera duduk bersama-sama untuk menangani ini segera”pungkasnya (Rmol)