Muara Enim – Dana APBD Muara Enim mencapai Rp 1,7 triliun tahun ini, ternyata tak semua lapisan masyarakat bisa menikmati pembangun infrastruktur jalan. Terbukti, jalan Desa Segamit, Muara Enim dan jalan Desa Sinar Dewa menuju Simpang Raja, Talang Ubi, PALI rusak parah tak ubahnya kubangan kerbau.
Pada pantauan dilapangan, menunjukkan jalan Dusun IV, Desa Segamit menuju Desa Rantau Dedap mengalami rusak parah dan sulit dilalui karena berlumpur. Padahal di Rantau Dedap, telah berdiri perusahaan multinasional PT Supreme Energy yang berinvestasi mengelola pembangkit listrik panas bumi (Geothermal).
Buruknya kondisi jalan membuat warga kampung IV Desa Segamit meminta PT Supreme Energy, segera melakukan pengerasan dan pengaspalan jalan dari Rantau Dedap hingga kedesa Induk desa Segamit.
Pihak PT Supreme Energy, berjanji memperbaiki jalan dengan pengaspalan. Namun hingga sekarang, jalan tersebut belum juga dibangun.
Terpisah, jalan antara Desa Sinar Dewa menuju Simpang Raja, Kelurahan Handayani Mulya, Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), sejak dua hari terakhir ini, menjadi kubangan lumpur, mengakibatkan laju kendaraan roda empat terjebak.
Sementara, pihak pemborong perbaikan jembatan, Yitno menjelaskan, pihaknya hanya bertugas memperbaiki jembatan saja. Sedangkan pengerasan jalan bukan pekerjaannya.
“Anggarannya cuma Rp77 juta, tak cukup untuk melakukan pengecoran. Jembatan itu saja, saya sudah rugi,” ujar Yitno. (palembang-pos)
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi