TRANSFORMASINEWS, PAGAR ALAM. Imbas pembangunan jembatan Ayek Busuk di Jalan Surapto, di kawasan Simpang Talang Jelatang yang menghubungkan Simpang Air Perikan Kelurahan Nendagung, Kecamatan Pagaralam Selatan dikeluhkan warga dan pengemudi kendaraan yang melintas.
Pantauan wartawan di lapangan belakangan ini, pembangunan jembatan yang dinilai dikebut untuk mengejar pencairan rampung diakhir Desember 2014 lalu ini menyisakan jalan rusak sepanjang sekitar 20 meter. Yang kondisinya sangat disayangkan dan dikeluhkan warga lantaran jalan yang berupa aspal sebelumya kini berupa tanah yang sulit dilalui kendaraan baik itu roda dua ataupun roda empat.
Mirisnya, jika musim hujan di lokasi jembatan ini digenangi air seperti kubangan lumpur. Harapan masyarakat, pembangunan jembatan tersebut dari pihak pengembang ataupun dari satker terkait memperhatikan dampak dan palng tidak melakukan perbaikan semisal melakukan pengaspalan kembali jalan yang rusak tersebut.
Tinus (30) warga Bangun Rejo yang kerap melintas di lokasi menilai, pembangunan jembatan tersebut seharsunya memperhatikan dampaknya.
“Perbaikan jembatan tersebut malah menyisakan kerusakan jalan. Padahal, dilokasi ini belum lama ini sudah dilakukan perbaikan jalan dengan deilakukan pengaspalan. Namun kini kondisinya kembali rusak hingga puluhan meter panjangnya,” singgung dia.
Senada dikatakan Novi (41) pengemudi mobil yang melintas mengatakan, harusnya pihak terkait dalam hal ini Dinas PU mempertimbangkan dampak pembangunan jalan.
“Jangan terkesan proyek selesai namun menimbulkan masalah baru, jalan rusak seperti ini yang juga belum dilakukan perbaikan dengan pengaspalan jalan,” tukasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas PU Sunarto melalui Kabid Bina Marga Yudi mengatakan, pihaknya akan segera melakukan upaya perbaikan jalan dengan pengaspalan di lokasi kerusakan jalan di sekitar lokasi jembatan.
Sumber: [rmol]
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi