Jakarta – Direktur Indonesia Mining and Energy Studies (IMES) M. Erwin Usman mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mengungkap aliran dana ke Kementerian ESDM, terkait kasus mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini.
KPK mesti segera memeriksa Menteri ESDM Jero Wacik dalam kapasitasnya sebagai Menteri sekaligus Ketua Komisi Pengawas SKK Migas. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyebutkan temuan sejumlah aliran dana dari sejumlah perusahaan asing ke sejumlah pejabat di kementrian ESDM. Temuan ini masih terkait dengan perkara operasi tangkap tangan KPK atas Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini serta penggeledahan di ruangan Sekjend ESDM Karyono Wiyono.
Pekan lalu, Kepala PPATK Muhammad Yusuf mengaku sudah menemukan adanya aliran dana yang masuk ke beberapa pejabat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), terkait perkara tersebut. Sumber dananya dari perusahaan bernuansa asing, jenis uangnya pecahan asing. Yusuf menyebutkan temuan tersebut sudah diserahkan pada KPK untuk diselidiki.
Temuan PPATK itu, kata IMES dalam rilisnya ke redaksi Sayangi.com, merupakan temuan serius yang sangat membantu KPK dalam menelusuri praktek-praktek transaksi kotor di bawah meja selama ini yang melibatkan mafia migas, kartel ESDM, serta birokrasi yang serakah. Selain itu, KPK mesti cepat mengungkap aliran dana tersebut, dan menyasar para pimpinan korporasi asing yang terlibat.
Tindakan KPK ini sangat dibutuhkan sebagai shock teraphy sekaligus pintu masuk, sebab saat ini Kementrian ESDM sedang dalam pembicaraan dengan sejumlah korporasi transnasional seperti Freeport, Newmont, Vale, Rio Tinto, Blok Mahakam dll, terkait renegoisiasi Kontrak Karya tambang dan migas yang potensial terjadi upaya transaksional ilegal yang diduga kuat libatkan elit politik dan kartel migas. (sayangi.com)
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi
