TRANSFORMASINEWS, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto menegaskan bahwa KPK sudah memiliki kajian mengenai penyelewengan di sektor minyak dan gas (migas), termasuk indikasi praktek mafia migas.
Bambang menjelaskan hasil studi itu menunjukkan potensi kerugian negara di sektor hulu dan hilir migas. Salah satunya adalah ketidakjelasan sistem kontrol di perusahaan migas yang bertugas menyediakan pasokan minyak seperti Pertamina Energy Trading Ltd (Petral).
“Indikasinya sudah ada, karena kita melakukan dan mengumpulkan data-data Migas itu sendiri,” tuturnya pada haru Rabu (10/12/2014) di Jakarta.
Menurutnya, untuk sektor hulu migas bahkan KPK mengantongi laporan mengenai volume produksi minyak mentah yang digali di Indonesia. Karena data-data yang diberikan kepada pemerintah justru tidak akurat. Indikasi itu muncul karena ada perbedaan data yang dikirim ke pemerintah dengan kantor perusahaan pemilik kontrak atas pengelolaan sumur minyak.
Saat ini, KPK menanti jadwal koordinasi dengan pemerintah untuk membahas penataan sektor migas. Karena KPK telah merencanakan waktu pertemuan bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk membahas maraknya korupsi di sektor migas.
Sebelumnya, Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi, Faisal Basri mengatakan sedang mendalami dan akan mengungkap permainan mafia migas di Indonesia.
“Nanti kamu tidak lama lagi akan tahu dan mendengar yang lebih gila lagi, tapi nanti, biarkan kami bekerja dulu,” tuturnya.
Sementara, Anggota DPR RI, Kurtubi mengatakan kasus penyelundupan minyak seperti yang terjadi di Batam dan Papua harus terus ditelusuri Komite Khusus Tata Kelola Migas. karena kasus penyelundupan tidak mungkin berjalan sendiri, dan ada pihak yang berada dibelakangnya.
“Tidak mungkin penyelundupan berjalan tanpa keterlibatan orang dalam. Itu harus dibongkar yah,” tuturnya.
Sebelumnya dikabarkan bahwa anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yaitu PT Pertamina Energy Trading Ltd di indikasikan menjadi sarang mafia migas. Namun, ada dugaan bahwa Petral sudah berupaya melakukan transparansi import dan eksport minyak RI yang akan di olah untuk BBM bersubsidi atau produk-produk turunan lainnya.
Sumber:BERITA HEADLINE
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi