TRANSFORMASINEWS.COM, MUARA ENIM. Puluhan warga lingkungan mandala RT 05/12 Kelurahan Tanjung Enim Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim semakin mengeluhkan kondisi rumahnya yang rata rata mengalami retak akibat Blasting yang dilakukan oleh PT Bukit Asam melalui subkontraktor nya PT Satria Bahana Sarana SBS Tanjung Enim, dan melakukan tuntutan kepada pihak PT SBS, Rabu (12-04/2017).
Adi (41) salah seorang warga mandala kecamatan lawang kidul kabupaten Muara Enim mengatakan, kondisi rumah yang ada di mandala makin rusak.
“Kehidupan kami kian hari kian terancam sejak adanya blasting atau peledakan batubara dilokasi PIT II Tambang Banko Barat puluhan trumah retak bahkan Musholla Al Matnur pun ikut retak” jelas Adi saat di temui Transformasinews.com
Warga menegaskan dan berharap kepada Direktur PT.BA Jangan hanya memberikan janji janji kepada masyarakat karena saat ini warga di sini sangat resah dengan adanya blasting terlebih dalam skala yang sangat besar.

Selain itu pula, tambah Adi, kami yang merupakan Warga ring 1 di lokasi penambangan banko barat ini juga menghimbau agar kiranya banyak pemuda-pemuda di sini yang dapat diberdayakan.
“Dengan di berdayakan pemuda disini masyarakat dapat berpartisipasi, jangan hanya ledakan blasting debu batubara dan kebisingan alat berat yang kami dapatkan” ungkap Adi.
Ibu Suryana (58) pedagang sayur masak yang juga warga Lingkungan Mandala, mengatakan bahwa pihak PT BA dan PT SBS jangan cuma memberikan janji atau minta kami untuk bersabar dan bersabar, kami butuh kepastian kapan akan memberi kompensasi terhadap rumah rumah kami yang rusak ini.
“jika terus dihambat kami siap bawa anak cucu untuk demo ke PT BA” ungkapnya kesal.
Sementara itu, kholidiansyah, SE kepala Suvervisor CSR PT SBS saat di temui awak media di kantor PT SBS mengatakan kendala yang terjadi di lokasi penambangan itu bukan kesalahan PT SBS.
“Kami tegas kan peledakan itu bukan karena dari PT SBS, tapi karena PT BA, karena setiap kami akan melakukan blasting, kami selalu memberikan laporan, dan PT SBS tidak ada kewenangan untuk melakukan blasting, kami hanya melakukan monitoring” tutup kholidiansyah.
Laporan : Ari firmansyah/Transformasinews.com
Posted by: Admin Transformasinews.com
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi