TRANSFORMASINEWS, MUARAENIM. Maraknya penambangan batubara liar (illegal mining) di dua kecamatan yakni Tanjung Agung dan Kecamatan Lawang Kidul menjadi tugas rumah tangga (PR) Tim Terpadu Muara Enim. Actionnya,sangat dinanti-nantikan masyarakat.
Bahkan, Kapolres Muara Enim AKBP Mohamad Aris pun sempat menyatakan, kalau pihaknya telah pernah melakukan penindakan hanya saja, aksi penambangan liar tetap membandel. Menurutnya, penanganan tambang liar tidak hanya dibebankan kepada pihak kepolisian saja, melainkan, harus didukung oleh semua pihak termasuk pemerintah daerah.
“Penanganan tambang liar tidak serta hanya mendindak saja, tetapi yang kita pikirkan dampak sosialnya. Sebab, penambang liar ini jumlahnya cukup banyak,” kata Aris kepada Wartawan usai upacara Hari Sumpah Pemuda di halaman merdeka Muara Enim tadi pagi,Selasa (28/10).
Aris juga mewarning kepada anggotanya jangan terlibat dalam tambang liar tersebut. Dia tidak segan-segan akan minindak tegas.
“Sejauh ini yang terpantau tambang liar ada di Kecamatan Lawang Kidul dan Tanjung Agung. Tapi, kalau desanya saya tidak hapal,” sebut Aris.
Ditempat yang sama, Bupati Muara Enim H Muzakir Sai Sohar mengatakan, pihaknya akan serius menangani tambang liar di wilayah Muara Enim.
“Besok (rabu) akan digelar rapat muspida akan membahas maraknya illegal mining di Tanjung Agung dan Lawang Kidul, karena telah meresahkan dan membahayakan, baik buat masyarakat sekitar maupun lingkungan,” tegas Muzakir kepada Rakyat Merdeka Online Sumsel.
Muzakir yang juga selaku Ketua Tim Terpadu Pemkab Muara Enim, mengatakan pada rapat nanti akan membahas action seperti apa yang akan disikapi atas maraknya illegal mining. Bahkan, Muzakir menyebutkan, penambang liar ini telah mencapai ribuan penambang.
Sumber: [RMOL]
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi