Jelang Idhul Adha 1435 H Disnakan OKUT Periksa Hewan

Periksa Hewan Kurban (2)
drh M Irsadi didamping Kabid keswan / Kesmawet ,Rabu (24/9/2014) saat melakukan pemeriksaan hewan kurban secra rutin menjelang hari raya Idhul Adha 1435 hijriyah di pasar hewan SS 3 OKU Timur. (FOTO YANTO TIMUR)

TRANSFORMASINEWS,MARTAPURA – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan ) Kabupaten OKU Timur  jelang hari raya Idhul adha 1435 Hijriyah melakukan pemeriksaan Sapi dan Kambing yang dijual di pasar hewan Desa Cahayanegeri, Kecamatan Semendawai Suku III.

 
Pemeriksaan dilakukan oleh drh Muhammad Irsadi disaksikan Kabid Keswan Kesmavet Ir Mardhi MM. Pemeriksaan yang dilakukan terhadap hewan Qurban meliputi Kesehatan fisik, kelayakan umur, tidak cacat. Selain itu diperiksa juga apakah hewan sakit atau tidak.
 
“Rutinitas pemeriksaan ini ,untuk memastikan apakah hewan yang dijual di pasar hewan ini benar-benar sehat dan tidak cacat untuk dijual menjadi hewan Qurban,” ungkap Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan kabupaten OKU Timur,Ir Santio MM melalui drh M Irsadi,Rabu (24/9/2014).
 
Ukuran untuk sapi yang akan di qurbankan,menurut Dia, harus berumur 1,5-2 Tahun dilihat dari ciri gigi. Selain itu untuk lebih efisien mengenai kelayakan hewan qurban adalah keterangan dari penjual Sapi itu sendiri. Demikian juga untuk kambing. Hanya saja umur yang layak di qurban-kan diatas satu tahun.
 
“Kalau untuk sapi qurban, nilainya bukan dilihat dari banyak sedikitnya daging. Melainkan dari kelayakan dan kecukupan umur. Berbeda dengan sapi yang akan di jual atau konsumsi yang lebih mementingkan jumlah daging,” ujarnya.
 
Kabid Keswan dan Kesmavet Mardhi juga menambahkan , sapi dan kambing yang terjual di pasar hewan menjelang perayaan hari raya qurban mencapai 30-40 ekor sapi setiap hari pasar. Sedangkan untuk kambing mencapai hingga 70 ekor
 
“Namun jika dibandingkan tahun lalu, jumlah hewan qurban yang terjual tahun ini mengalami penurunan cukup drastis yang kemungkinan disebabkan oleh anjloknya harga getah karet,” katanya.
 
Biasanya kata dia, pasar hewan dan masyarakat sudah mulai mengumpulkan sapi dan kambing yang akan diqurbankan sejak satu hingga dua bulan menjelang perayaan hari raya qurban. Namun untuk tahun ini, penjualan sapi dan kambing terkesan lesu dan menurun.
 
“Kalau tahun lalu pembeli sapi dan kambing di pasar hewan ini berasal dari berbagai daerah seperti Padang, Jambi, Bengkulu dan provinsi tetangga lainnya. Namun saat ini hanya beberapa orang saja yang membeli dari luar Sumsel,” ujarnya.
 
Untuk sapi dan Kambing Qurban kata dia, kesemuanya merupakan sapi lokal yang dijual dengan harga dibawah Rp 15 juta untuk sapi dan dibawah Rp 3 juta untuk Kambing.
 
“Kalau sapi biasanya dagingnya sekitar 300-400 kilogram daging. Sedangkan untuk kambing sekitar 50 kilogram daging,” ujarnya.
 
Sementara Supardi, penjual sapi dari desa Siliwangi mengaku setiap hari pasar membawa sedikitnya lima ekor sapi yang terkadang terjual semua dan terkadang hanya satu dua ekor saja.
 
“Kalau hari ini saya hanya membawa dua ekor sapi dan alhamdulillah semuanya terjual. Saya juga membeli dari petani dan dibawa kesini,” tandasnya. (Yanto TIMUR).