TRANSFORMASINEWS, BATURAJA. Percha Leanpuri yang merupakan salah satu tokoh muda Sumsel di kancah politik nasional, semakin menunjukkan kemampuannya sebagai calon pemimpin masa depan di daerah ini.Bila dalam pertemuan sebelumnya dalam ajang silaturahmi ke desa-desa di Kabuoaten OKU, dia banyak menggunakan bahasa Ogan dan Bahasa Jawa, dalam minggu ini Percha menggunakan Bahasa Komering – Daya dengan fasih.
Bahasa Daya Komering banyak digunakan di desa-desa di Kecamatan Lengkiti, Kabupaten OKU.
Sedangkan penggunaan bahasa Jawa di kawasan daerah transmigrasi Kecamatan Lubukraja, dan Sinar Peninjauan.
Bahasa Ogan banyak dipakai di desa-desa di sepanjang aliran Sungai Ogan mulai dari Ulu Ogan sampai ke Peninjauan.
Berkat kemampuan berbahasa mayoritas suku-suku di OKU ini, Percha mendapatkan dukungan semakin luas sebagai calon Bupati OKU dari berbagai suku karena kedekatan emosional.
Dukungan telah mengalir sebelumnya dari kalangan etnis suku Ogan, Semendo, Lematang, Pagaralam, Kikim, perantauan yang ada di OKU, bahkan suku Bali juga telah menyatakan dukungan serta berbagai profesi dari etnis lain juga sangat antusias menjadikan Percha sebagai orang nomor satu di OKU.
Sebagaimana diketahui, Percha memiliki kemampuan dalam berbagai bahasa karena dilahirkan dari keturunan suku Lematang, Ogan, Komering dan Lampung.
Ibu satu anak ini juga mahir dalam berbahasa Inggris karena menamatkan kuliahnya dari universitas di Malaysia dan master dari Australia sehingga komunikasi dalam dunia internasional sudah tak perlu diragukan lagi.
Dalam kunjungan di desa-desa di Kecamatan Lengkiti selama empat hari (9-14/12), Percha menggunakan bahasa Daya – Komering. Kedaaan ini membuat masyarakat sangat senang dan menerima Percha sebagai keluarga besar dan menjadi tak asing lagi.
Oleh sebab itu, berbagai kalangan tak meragukan kemampuannya bahkan melebihi kemampuan ayahnya Herman Deru yang sangat dekat dengan berbagai suku dan agama yang ada di daerah tanpa sekat dan jarak. Percha juga pandai humor dan memecah hening ketika berorasi.

Santuni Anak Cacat
Di Desa Tanjung Agung, Rabu (10/12), selain melakukan silaturahmi dengan warga, Percha Leanpuri juga menemui seorang bocah berusia enam tahun yang mengalami cacat bibir sumbing, Fahri Alman (6).
Dengan simpati yang dalam Percha mengatakan, hal semacam ini seharusnya bisa ditangani oleh pemerintah daerah. “Kalau di Kabupaten OKU Timur, anak kurang beruntung ini ditangani oleh pemerintah daerah dengan bantuan untuk operasi,” katanya.
Mengingat di OKU belum ada program semacam ini, saya akan bantu untuk mengoperasi paling tidak supaya kelak Farhri tidak merasa minder ketika memasuki bangku sekolah.
“Saya akan membantu proses operasi agar lebih baik,” kata Percha yang disambut ibunda Fahri, Neng Wasita dengan syukur dan haru.
Sejumlah masyarakat di Kecamatan Lengkiti ketika diminta komentarnya tentang rencana pencalonan Percha menjadi Bupati OKU merasa sudah tidak asing dan sangat mendukung.
Lebih daripada itu, mereka bahkan merasakan seakan-akan Percha sudah menjadi bupati dengan sambutan masyarakat termasuk perangkat desa yang datang sebagai warga biasa.
“Dia masih muda, pandai dan dekat dengan rakyat. Kami pasti mendukung dia menjadi pemimpin karena yakin dan percaya akan amanah dan istikomah dan membuat prestasi dengan meningkatkan pembangunan di sini,” kata seorang warga.
Sebagai pemimpin muda sudah pasti dia akan mencatatkan prestasi dan jauh dari keinginan memperkaya diri sendiri kata warga lainnya.
Sumber: OOC/AR
