Curahan Rakyat kepada Percha Leanpuri

TRANSFORMASINES,OKU-Masyarakat OKU mayoritas mengeluhkan berbagai persoalan yang dihadapi sehari-hari mulai dari turunnya harga karet, buruknya infrastruktur serta kekecewaan lambannya pembangunan terutama di daerah-daerah yang jauh dari ibukota OKU, Baturaja.
Keluhan ini terungkap dari berbagai harapan dan kebutuhan masyarakat yang disampaikan ketika disambangi oleh Percha Leanpuri yang menyatakan diri terpanggil untuk membangun OKU yang selama ini tertinggal dengan daerah lainnya.
Secara khusus masyarkat di 24 desa di Kecamatan Peninjauan dengan nada putus asa mengatakan bahwa infrastruktur jalan ke berbagai tempat di daerah ini sangat buruk. Jalan berlubang-lubang bahkan sebagian besar desa-desa yang berbatasan dengan kabupaten tetangga masih berupa jalan tanah dan krikil yang berdebu di kala kemarau dan lumpur di kala hujan.
Belum lagi kendala tanah terbis akibat digerus Sungai Ogan, tiadanya pengairan untuk lahan sawah, dan bibit untuk lahan-lahan tidur. Keadaan ini membuat desa di Peninjauan yang kaya akan sumber energi dan adanya perkebunan luas tidak merasakah dampak pembangunan secara langsung.
Bahkan seorang warga mengatakan bahwa pemeintah tidak memberikan apa yang masyarakat butuhkan. “Banyak sekolah SMP yang dibangun tapi siswanya tidak ada, sementara di tempat lain sangat membuthkan gedung SD dan gedung kantor desa namun tidak dibangun. Belum lagi jalan yang tidak pernah mulus sejak merdeka,” kata seorang warga kepada calon pemimpin mereka Percha Leanpuri.
Yang lebih mengenaskan, di berbagai kawasan di Peninjauan tingkat kriminalitas berupa garong dan grandong (perampokan motor) semakin menggila. Ketika harga karet tinggi tingkat kejahatan meningkat, sebaliknya ketika harga karet turun masyarakat merasakan kesulitan karena pendapatan tidak seimbang dengan kebutuhan sehari-hari. Sebaliknya ketika harga karet naik, perampok meningkat karena jumlah uang tunai yang beredar juga meningkat.
Puluhan Perampokan tak Terungkap
Beberapa desa yang jauh dari kecamatan Peninjauan mengungkapkan bahwa berbagai perampokan demi perampokan telah terjadi. “Sudah lebih 40 kali perampokan, tapi hingga saat ini tidak ada yang terungkap,” kata seorang bernama Alvin (40).
Ketika ditanya apakah karena lokasi perampokan jauh menjadi alasan, dia mengatakan perampokan yang terjadi di dekat Polsek Peninjuaan juga tak terungkap hingga saat ini. Oleh sebab itu, warga sangat mengharapkan adanya peningkatan kinerja pihak kepolisian sekaligus meminta agar Kecamatan Peninjauan dapat dipecah menjadi beberapa kecamatan agar terjangkau oleh aparat pemerintah dan aparat keamanan.
Dari 24 desa di Peninjauan, masyarakat benar-benar mengharap agar pemimpimn yang baru kelak bisa benar-benr membawa OKU sebagai kabupaten yang bisa dibanggakan, tidak seperti sekarang ini banyak tertinggal dari berbagai aspek.
Percha Leanpuri, secara tegas mengatakan tidak akan muluk-muluk dengan janji-janji, tetapi akan peka dan akan turun langsung menanggapi berbagai permasalahan yang dihadapi warganya.
Pembangunan itu harus bisa dilihat dirasakan masarakat OKU karena dia terpanggil atas ketertinggalan dan ketiadaan perhatian dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat Sebimbing Sekundang.
Sumber:(OKUOKE/AR)
