Khatib Serukan Persatuan

Presiden Joko Widodo (kelima kiri) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (keenam kiri) melaksanakan Salat Idul Fitri 1438 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (25/6). ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

TRANSFORMASINEWS.COM, JAKARTA. PESAN-PESAN perdamaian dan persatuan bangsa mewarnai khotbah salat Idul Fitri 1438 di sejumlah wilayah di Tanah Air. Di ibu kota Jakarta, khatib salat Id Masjid Istiqlal Quraish Shihab memberikan sejumlah nasihat bagi umat muslim dalam peranan sebagai individu ataupun ketika bermasyarakat.

“Manusia yang beridul fitri kembali ke asal kejadiannya. Anda menemukan dia teguh dalam keyakinan. Teguh, tetapi bijaksana, senantiasa bersih walau miskin, hemat dan sederhana walau kaya, murah hati dan murah ta­ngan, tidak menghina dan tidak mengejek, tidak menyebar fitnah, tidak menuntut yang bukan haknya dan tidak menahan hak orang lain,” kata Quraish dalam khotbahnya, Minggu (25/6).

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara, Iriana Joko Widodo beserta putrinya, Kahiyang Ayu dan putranya, Kaesang Pangarep, ikut melaksanakan salat Id di Masjid Istiqlal tersebut. Hadir pula Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta Mufidah Jusuf Kalla, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dan istri, serta para menteri Kabinet Kerja, pimpinan lembaga negara, dan duta besar negara sahabat.

Quraish mengingatkan manusia tidak teperdaya oleh iblis dan mengalami kepahit­an akibat menurutinya. Kata ‘iblis’, menurut Quraish, diambil dari bahasa Yunani kuno, yakni diabolos, yang berarti sosok yang memfitnah, yang memecah belah dan menanam­kan pra­sangka buruk.

“Dengan beridul fitri hendaknya kita sadar tentang pe­ranan iblis dan pengikut-pengikutnya dalam menyebar fitnah dan hoax serta menanam­kan buruk serta memecah belah kesatuan,” katanya.
Selama bulan Puasa, lanjut Quraish, manusia telah menenun pakaian takwa dengan nilai-nilai luhur. Manusia Indonesia dipersatukan dalam nilai-nilai tersebut.

“Nilai yang sudah disepakati bangsa kita ialah nilai-nilai yang bersumber dari agama dan budaya bangsa yang tersimpul dalam Pancasila. Itulah hiasan kita dan itu yang dapat melindungi kita–atas bantuan Allah–dari aneka bahaya yang mengganggu eksistensi kita sebagai bangsa,” papar Quraish.

Sazini Hamzah dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Syekh Abdurrahman Sidik menyuarakan pesan senada saat pelaksanaan salat Id di Taman Sari Sungailiat, Bangka, Provinsi Bangka Belitung.

Diutarakan Sazini, umat masih bekutat pada perkara pembeda tanpa melihat kebersamaan. Padahal, persamaan lebih banyak ditemukan, sampai-sampai sulit untuk menghitungnya. “Mari kita tunjukan umat Islam itu agama cinta damai tanpa memandang suku, agama, dan ras. Islam mendamaikan umatnya, bukan sebaliknya. Satu persamaan mendasar itu kasih sayang Allah SWT,” ujar Sazini dalam khotbahnya.

Jangan takut jujur
Dari Masjid Raya Al-Fatah, Ambon, Maluku, Gubernur Maluku Said Assagaff sebagai khatib salat Id meminta jemaah harus tetap menjalan­kan perintah Allah SWT, menjaga hubungan yang mengatur antara manusia dan Tuhan dalam hal ibadah.

Demikian pula dengan hubungan antarmanusia dan makhluk yang lainnya dalam wujud amaliyah sosial, antara lain dengan saling memaafkan dan menjunjung kejujuran. “Jangan pernah takut menjadi orang jujur karena kejujuran diperintahkan Allah SWT dan akan mendapat balasnya nanti,” kata Said.

Sumber: Mediaindonesia.com (Ant/HJ/P-1)

Posted by: Admin Transformasinews.com