TRANSFORMASINEWS, PALEMBANG – Kasus yang menimpa bocah perempuan yakni JV (14), warga Desa Batuputih, Kabupaten
OKU Induk, Baturaja, Sumatera Selatan, yang nekat menjual diri demi untuk bertahan hidup di Palembang , saat ini masih dalam pemeriksaan petugas dari Jajaran Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Palembang, Jumat (27/2).
Informasi yang diterima wartawan JV merupakan korban dari perceraian orang tua. Diketahui, setelah perceraian itu, ibunya pergi ke Riau dan sementara ayahnya di
Palembang.
JV menuturkan, sebelumnya dia tinggal bersama paman dan neneknya di Batuputih.
“Tapi saya sering dianiaya oleh keluarga, bahkan paman saya pernah memperkosa saya,” aku JV.
Karena tak tahan dengan perlakuan tersebut dirinya pun memutuskan untuk kabur menemui ayahnya yang berada di Palembang.
Namun malang, ketika tinggal bersama ayahnya, lagi-lagi ia pun mengalami hal tak senonoh yakni dia di paksa alias pemerkosaan yang tak lain dilakukan ayah kandungnya sendiri.
“Saya juga diperkosa oleh ayah saya ketika saya tinggal bersamanya,”
katanya seraya tertunduk.
Setelah itu JV pun kembali memutuskan untuk kabur dari rumah ayahnya di Palembang.
Dia mengaku, saat itu dia pergi kekawasan Timbangan 32, Kabupaten Ogan Ilir untuk menemui temannya. Namun ketika tiba ditempat itu JV berkenalan yang mengaku oknum Anggota TNI berinisial MS.
“MS menawarkan saya untuk kerja. Karena saya tak punya uang, saya pun menerima tawarannya,” imbuhnya.
Dia menambahkan, saat itu juga dia diajak oleh MN bertemu seseorang disebuah rumah. Tak disangka, MN yang dianggap baik oleh JV ternyata mempunyai niat buruk dan MN menjual JV kepada orang yang baru saja ditemuinya itu yang diketahui sebagai mucikari.
“Bahkan sebelumnya saya sempat diperkosa dulu oleh MN, dan akhirnya saya dititipkan ditempat itu,” jelasnya.
Lagi-lagi JV pun melarikan diri dan kembali menuju Palembang hingga akhirnya dia nekat menjual diri kepada sejumlah tukang ojek untuk biaya hidupnya.
Terkait dengan adanya dugaan pemerkosaan dan perdagangan manusia yang terjadi terhadap JV, Kanit PPA Polresta Palembang Iptu. Imelda Rahmat mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.
“Kasus ini masih kita dalami, saat ini korban masih dalam pemeriksaan intensif oleh petugas,” kata Imelda
Sementara, Ketua KPAI Palembang Adi Sangadi SH mengatakan, pihaknya juga akan ikut membantu pihak kepolisian dalam penanganan kasus yang menimpa bocah malang ini.
“Jadi kami mendapatkan informasi dari pihak Polresta Palembang jika ada kasus seperti ini. Dan kami juga akan bekerjasama mengungkapnya,” .
Sumber: sumateradeadline.com
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi