Dugaan Penyelewengan Pupuk Bersubsidi Polda Bengkulu Kembangkan ke Penadah

CEK : Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Drs. Coki Manurung, SH, M.Hum didampingi Direktur Reskrimsus Polda Bengkulu Kombes Pol Drs. Herman, MM dan Kabid Humas AKBP Sudarno melakukan pengecekan barang bukti pupuk bersubsidi yang dikurangi isinya.

TRANSFORMASINEWS.COM, BENGKULU. Kemarin (3/8) sore Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Drs. Coki Manurung, SH, M.Hum didampingi Direktur Reskrimsus Polda Bengkulu Kombes Pol Drs. Herman, MM dan Kabid Humas AKBP Sudarno kembali mendatangi gudang pupuk bersubsidi di gudang Duta Niaga milik PT Petro Kimia Gresik di Jalan RE Martanidata.

Kedatangan Kapolda sekaligus membawa serta 3 tersangka dalam kasus dugaan penyelewengan pupuk bersubsidi ini, untuk melakukan pengecekan jumlah pupuk yang menjadi barang bukti nantinya.

Di sela-sela pengecekan tersebut, para tersangka RK (20) selaku karyawan gudang Duta Niaga, Fr (28) buruh gudang Duta Niaga dan Iw (50) Kepala Gudang Duta Niaga, yang sempat ditanyai mengatakan bahwa aksi curang tersebut sudah berjalan 2 bulan belakangan.

Namun diakui Iw yang merupakan Kepala Gudang ini, itu tanpa sepengetahuan pihak perusahaan tempat mereka bekerja. ‘’Sudah 2 bulan Pak dan perusahaan tidak tahu masalah ini,’’ ujar Iwan.

Aksi mereka tidak ketahuan, ungkap Iwan, lantaran aksi mereka dilakukan pada saat gudang sedang kosong atau tidak ada aktivitas lagi. ‘’Ini atas dasar inisiatif saya Pak dan mereka (RK dan Fr, red) yang bantu saya, tidak ada orang lain lagi. Kami kerjakan saat gudang sedang koso atau saat karyawan dan buruh lain tidak ada di gudang,’’ ucap Iw.

Sementara itu, Kapolda mengatakan mereka masih mendalami peranan orang lain selain kepala gudang terkait aksi curang tersebut. Meskipun dari pengakuan para tersangka, ini murni aksi mereka bertiga saja. Termasuk akan dilakukan pengejaran terhadap penampung atau penadah pupuk hasil kecurangan ketiganya.

‘’Kita juga masih mengembangkan untuk 480 nya (penadah, red). Serta kita masih mendalami kemana hasil pencurian itu dijual. Tapi untuk modusnya sudah jelas, dengan mengurangi dari karung pupuk asli, hasilnya dimasukan lagi dalam karung baru dan dijual lagi kepada penadah dan inilah yang masih kita dalami lagi,’’ ungkap Coki.

Dilanjutkan Coki, mereka sudah mengamankan 68 ton pupuk yang diduga sudah dikurangi timbangannya. Sedangkan yang sudah beredar atau didistribusikan mencapai 28 ton. ‘’Sedangkan hasil pencurian atau hasil sulingan masih akan dikejar penadahnya. Sehingga belum diketahui berapa nilai uang dari pencurian tersebut,’’ lanjut Coki.

Ditambahkan Coki, kasus ini bisa terungkap karena adanya laporan atau kecurigaan masyarakat, karena timbangan perkarung saat sampai ke masyarakat atau petani berkurang. Selain itu jahitan dari karung yang diisi pupuk hasil pencurian juga tidak sama dengan ikatan jahitan karung pupuk yang memang dari pabrik. ‘’Ketiga tersangka, selain pasal perlindungan konsumen, nanti ada pasal lain yang akan diincludekan dalam penerapan terhadap para tersangka,’’ demikian Coki.

Sumber: Harianrakyatbengkulu.com (dtk)

Posted by: Admin Transformasinews.com