Petani OKU Timur Enggan Gunakan Pupuk NPK PT Pusri: Tidak Meningkatkan Produksi

faisal-habibur-ketua-perpadi-oku-timur
Ketua Persatuan Pengilingan Padi (Perpadi) Sumsel, Faisal Habibur menjelaskan pihaknya banyak menerima keluhan dari petani padi. Keluhan tersebut terkait adanya wacana pergantian distribusi pupuk Nitrogen, fosfor dan kalium (NPK) yang biasa digunakan petani sawah padi. FOTO DOK: TRIBUNSUMSEL

TRANSFORMASINEWS.COM, MARTAPURA Sebagian besar petani di OKU Timur kurang berminat menggunakan pupuk NPK produksi PT Pusri. Petani beralasan pupuk NPK tersebut tidak berfungsi maksimal dalam meningkatkan produksi pertanian.

Para petani lebih memilih untuk meningkatkan produksi dengan menggunakan pupuk NPK yang diproduksi oleh PT Petro Kimia Gersik. mereka beralasan produksi PT Petro Kimia tersebut lebih menunjang hasil produksi.

Enggannya petani menggunakan pupuk produksi PT Pusri tersebut diungkapkan Sejumlah Gabungan Kelompok Tani dan Nelayan (Gapoktan). Mereka bahkan mengeluarkan pernyataan dengan tegas menolak penggunaan pupuk NPK Produksi PT Pusri.

Seperti diungkapkan Ketua Gapoktan Surya Tani, Suyut, warga Desa Sribulan, Kecamatan BP Bangsa Raja, Kabupaten OKU Timur yang tertuang dalam surat pernyataan.

“Ada hal-hal yang kurang disenangi petani ketika menggunakan pupuk NPK Pusri seperti kemasan yang ketika dibuka maupun terbuka pupuk tersebut lembek, basah dan mengumpal. NPK Pusri cepat lembek dan mencair bila dicampur dengan pupuk urea, bahkan menggumpal dan lengket. Selain itu hasil produksi tidak maksimal dan signifikan. Jika pupuk NPK Pusri tersebut sudah menggumpal dan keras sulit untuk dipecahkan bahkan seperti sudah membatu,” katanya.

Sementara Ketua Gapoktan Muda Lestari, Desa Cipto Mudo Kecamatan Buay Madang P Selamat H dalam pernyataannya mengungkapkan, bahwa pupuk produk PT Pusri kurang diminati karena pertumbuhan tanaman lambat, hasil produksi tidak signifikan.

Ketua Kelompok Tani Karya Usaha Des Pulau Negara, Kecamatan BP Piliung, Daroini dalam surat pernyataannya mengharapkan agar pupuk NPK Petro Kimia Gresik masih bisa digunakan di wilayah kami, karena hasilnya sudah kami rasakan.

Ketua Perpadi OKU Timur Faisal Habibur, mengatakan pemerintah terus mendorong petani untuk meningkatkan produksi yang tentu harus ditunjang oleh sarana pertanian seperti pupuk dan obat-obatan untuk mensejahterakan petani.

“Jika petani sudah terbiasa menggunakan pupuk merk tertentu dan terbukti hasilnya bagus jangan diganti dengan merk lain sebelum ada sosialisasi dan pemberitahuan karena belum tentu produk yang baru itu cocok dan lebih bagus,” katanya.

Hasil Panen Tidak Maksimal, Petani Enggan Pakai Pupuk NPK Pusri
Petani OKU menolak gunakan pupuk NKP Pusri karena dianggap hasil panen kurang maksimal. FOTO DOK: TRIBUNSUMSEL.COM/RETNO WIRAWIJAYA

Hasil Panen Tidak Maksimal, Petani Enggan Pakai Pupuk NPK Pusri

Ketua Persatuan Pengilingan Padi (Perpadi) Sumsel, Faisal Habibur menjelaskan pihaknya banyak menerima keluhan dari petani padi.

Keluhan tersebut terkait adanya wacana pergantian distribusi pupuk Nitrogen, fosfor dan kalium (NPK) yang biasa digunakan petani sawah padi.

Dimana biasanya petani menggunakan pupuk NPK dari PT Petro Kimia Gersik diwacanakan kebijakan ke Pupuk NPK PT Pusri.

“Sedikitnya ada ratusan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di OKU raya mengeluhkan hal tersebut. Satu Gapoktan itu rata-rata anggotanya ratusan lebih,” kata Faisal Habibur saat dibincangi Awak media, Rabu (9/11/2016).

Ia menjelaskan, keluhan tersebut disampaikan Gapoktan melalui surat pernyataan tertulis.

Dimana, isi keluhan tersebut para petani padi intinya, masih menginginkan menggunakan pupuk NPK dari PT Petro Kimia Gersik dibandingkan pupuk NPK dari Pusri.

“Karena menurut pertani mereka biasa selama ini mereka biasanya menggunakan pupuk dari PT Petro Kimia Gersik,” ucapnya.

petani
Ketua Persatuan Pengilingan Padi (Perpadi) Sumsel, Faisal Habibur. FOTO DOK: Tribunsumsel
Dari surat pernyataan yang pihaknya terima dari Gapoktan bermacam-macam keterangan dan alasan mereka tetap ingin menggunakan pupuk NPK dari PT Petro Kimia Gersik.

Selain itu alasan tertulis lainnya, dari segi hasil panen menggunakan pupuk NPK dari Petro Kimia Gersik dinilai lebih maksimal.

“Kalau cerita dari petani, jika dalam 1 hektare sawah pagi mereka sekali panen bisa mendapat kisaran 4,5 ton beras. Sementara kalau menggunakan pupuk dari pusri hasilnya di bawah itu,” jelasnya.

Atas diterimanya surat keluhan dari kelompok tani tersebut kata, Habibur mereka mengharapkan agar kondisi ini cepat disikapi dengan cepat oleh pihak berwenang.

“Waktu itu kami menggunakan pupuk dari pusri namun hasil panen menurun. Biasanya kami bisa menghasilkan sekitar 4,5 ton beras menggunakan pupuk NPK dari Petro Kimia Gersik, namun saat menggunakan pupuk dari pusri hasilnya menurun jauh. Maka itu kami tetap menginginkan pupuk NPK Petro Gersik tetap ada dan tetap akan kami gunakan sebab hasilnya sudah jelas,” katanya Mujiman seorang petani OKU.

Humas PT Pusri: Jangan Bikin Resah Petani

Manager Humas PT Pusri Palembang, Sulfa Ganie menjelaskan, adanya informasi dan wacana pergantian distribusi pupuk Nitrogen, Fosfat dan Kalium (NPK) PT Petro Kimia Gersik yang biasa digunakan petani akan digantikan distribusinya ke pupuk NPK PT Pusri dia mengaku belum tahu pasti. Namun menurutnya sampai saat ini belum ada wacana sampai kesana.

“Tidak ada itu. Perli diketahui kita PT Pusri dan PT Petro Kimia Gersik itu sama saja, kan sudah holding. Induknya Pupuk Indonesia jadi yang mengatur Distribusi pupuk itu ya Pupuk Indonesia,” kata Manager Humas PT Pusri Palembang, Sulfa Ganie saat dihubungi TribunSumsel melalui telepon, Rabu (9/11) petang.

Kualitas Pupuk Pusri dengan Petro Kimia Gersik juga sama. Untuk pupuk dari PT Petro Kimia Gersik tetap akan di distribusikan ke petani di Sumsel. Sebab kalu hanya PT Pusri saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pupuk.
“Tetap akan disistribusikan ke petani. Mengenai tarik ulur kebijakan juga tidak ada terkait distribusi pupuk ini. Apalagi sampai membuat pupuk dari Petro Kimia Gersik tidak lagi didistribusikan ke petani di Sumsel. Itu tidak ada,” kata dia, wacana juga sampai saat ini belum ada.

Disinggung beberapa pengakuan petani,setelah mencoba pupuk NPK Pusri ada perbedaan hasil tanam dibanding pupun NPK dari Petro Kimia Gersik, kata Sulfa harus dilihat dulu. Sebab buktinya sampai saat ini pihaknya masih mengalami kekurangan dalam permintaan. Artinya, pupuk pusri diminati.
“Tidak ada itu. Intinya kualitas pupuk NPK kita sama,” ujarnya.

Namun ia menjelaskan, secara pelan-pelan sosialisasi bersama dengan dinas pertanian pemerintah setempat akan dilakukan. Distribusi pupuk dari PT Petro Kimia Gersik tetap akan didistribusikan ke petani. Tetapi, jumlah distribusinya saja yang dibagi.
“Untuk jumlah distribusi ke OKU Raya saya tidak hapal. Itu saja, jangan buat khawatir petani. Intinya,
wacana pergantian distribusi pupuk Nitrogen, Fosfat dan Kalium (NPK) PT Petro Kimia Gersik yang biasa digunakan petani di wilayah OKU Raya akan digantikan distribusinya ke pupuk NPK PT Pusri itu sampai saat ini tidak ada,” jelasnya.

Penulis:Evan Hendra/Retno Wirawijaya
Sumber: Tribunsumsel.com
Editor: Hartati/Amrizal Ar
Posted by: Admin Transformasinews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.