Tanjung Pering Membara : Pemkab OI Gelar Rapat Bersama

TRANSFORMASINEW, INDRALAYA.- Wabub Kabupaten Ogan Ilir H Daud Hasyim sangat menyayangkan terjadinya  peristiwa pembakaran kantor PT Gembala Sriwijaya yang semestinya tidak harus terjadi , kalau masyarakat sedikit  bersabar.

’’Karena masalah ini sudah mengarah pada tindak pidana, tentunya persoalan ini harus diselesaikan secara hukum, Pemkab OI dalam hal ini tidak bisa ikut campur lagi ,’’Ujar Wabub pada acara  gelar rapat bersama dinas terkait menyikapi aksi anarkis pembakaran yang dilakukan warga terhadap PT Gembala Sriwijaya yang dimulai pukul 14.50 wib hingga 16.00 Wib di ruang rapat Bupati kemarin .

Hadir dalam pertemuan rapat tersebut, yakni Kapolres AKBP Deni Dharmapala, Ketua DPRD OI Drs Iklim Cahya, Asisten I, Pabung 0402 OKI OI, Camat Indralaya Utara, Kepala BPN OI Asnawati, juga hadir Kades Tanjung Pering Agus Salim .

Menurut Wabup, dalam pertemuan ini, Bupati Ir H Mawardi Yahya sempat  menyampaikan tiga pesannya , yang harus dibahas bersama, agar persoalan ini tidak melebar.
Yakni terkait pembakaran kantor PT Gembala Sriwijaya, masalah lahan yang disengketakan, dan proses hukum harus dipercepat.
’’Karena masalah ini sudah mengarah tindak pidana , kita serahkan persoalan ini pada penegak hukum untuk menuntaskannya, apalagi masalah ini sudah ditangani pihak Polda Sumsel,” harap Wabup Daud Hasyim. Dan diminta kepada masyarakat untuk menenangkan dirinya,’’Jangan sampai masalah ini terjadi seperti di Payu Putat Kota Prabumuih, dan kepada kades untuk bisa menentramkan warganya.
Terkait permintaan warga untuk menglengserkan Kades Tanjung Pering Agus Salim, Wabub mengatakan, Pemkab OI tidak bisa serta merta memenuhi permintaan warga Tanjung Pering, karena untuk menglengserkan seorang Kades harus melalui prosedur.
’’Ada tiga cara kades bisa di copot jabatannya, yakni  mengundurkan dirinya , wafat, dan tertangkap tangan. Diluar dari itu harus melalui prosedur yang jelas,’’Terang Wabub.
Sementara Kapolres OI AKBP Deni Dharmapala mengatakan, pihaknya juga menyanyangkan aksi anarkis yang dilakukan warga dengan cara membakar Kantor PT Gembala Sriwijaya.
’’Saat ini sudah ada 13 warga yang sudah kita amankan, kalau  pemeriksaan nanti  ke 13 warga tersebut terbukti, maka akan kita tahan untuk diproses, tapi sebaliknya bila tidak terbukti maka akan kita lepaskan,’’ ujar kapolres.
Dan persoalan pembakaran ini sudah dilaporkan ke Polda, Kebetulan saat berlangsungnya pembakaran kantor PT Gembala Sriwijaya, dirinya  sedang berada  di Mapolda Sumsel,’’ Setelah mendapat kabar dari Waka Polres OI adanya aksi pembakaran, masalah itu langsung saya laporan kepada Kapolda, dan Kapolda memerintahkan untuk mengusut tuntas kasus ini,’’ ujarnya.
Memang, kejadian aksi pembakaran itu, diawali aksi pemukulan warga bernama Pawi terhadap Subiyanto, lalu  warga melakukan aksi demo , agar Pawi yang selama ini disebut-sebut sebagai pengusaha kaplingan tanah yang menjadi sengketa lahan di Desa Tanjung Pering, agar segera ditangkap.
’’Kita akan menangkap seseorang harus melalui prosedur tidak bisa langsung tangkap saja,  hanya saja warga tidak mau bersabar. Kita sudah jelaskan Pawi yang melakukan pemukulan akan kita pangggil , namun sudah keburu terjadi pembakaran kantor tersebut,’’jelas Kapolres.
Kapolres juga menjelaskan khusus mengenai sengketa lahan antara warga dengan pihak pengusaha dan pihak terkait lainnya yang terlibat, dimana proses sebelumnya telah ditangani oleh Polda Sumsel , saat ini sudah dilimpahkan ke Polres OI,’’Karena lokasi perbuatan melanggar hukum  ada diwilayah Polres OI, maka prosesnya dilakukan di Mapolres OI, dan saat ini masih dalam tahap penyidikan,’’ lanjutnya seraya mengatakan, dalam menangani kasus ini pihaknya akan melakukan proses hukum secara proporsional, profesional, transparan dan akuntabel.
Ketua DPRD OI Iklim Cahya mengatakan, sengketa lahan yang terjadi di Desa Tanjung Pering ini, memang kedua belah pihak mengaku sama-sama benar, dan setiap kali ditengahi terkesan sudah tidak nyambung lagi,’’Untuk itu kita harapkan permasalah yang terjadi di Desa Tanjung Pering, harus diserahkan kepada proses hukum, sehingga hasilnya bisa jelas,’’Katanya.
Iklim Cahya juga menyayangkan, warga dengan Kadesnya saat ini sudah tidak harmonis lagi,’’Kita berharap persoalan yang terjadi ditengah-tengah masyarakat Tanjung Pering segera tuntas, apalagi proses hukum sudah berjalan saat ini,’’ lanjutnya.
Sementara itu,  salah satu  warga M Sani Ujang Mantan Kades Tanjung Pering  mengatakan, sengketa lahan didesa Tanjung Pering yang berujung dengan pembakaran kantor PT Gembala, sudah tidak bisa diselesaikan lagi secara musyawarah,’’Masalah ini sudah berlangsung 20 tahun, rapat sudah 40 kali pertemuan, tapi tidak membuahkan hasil, jadi kita tunggu saja proses hukumnya, untuk membuktikan siapa yang salah,’’ ujar M Sani Ujang
Sumber:(pp/ar)

Leave a Reply

Your email address will not be published.