
Transformasinews, Martapura. Setiap tanggal 1 Oktober Bangsa Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila tak terkecuali Pemerintahan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (Oku Timur) juga memperingati tanggal 1 Oktober tersebut.
Saat upacara berlangsung tiba saatnya Richard Cahyadi Penjabat Bupati Oku Timur membacakan Teks Pancasila dihadapan peserta upacara yang dihadiri oleh unsur muspida kapubaten oku timur serta pelajar dan tokoh oku timur, Sang penjabat Bupati Oku timur mulai membaca Teks Pancasila:
PANCASILA
Satu. Ketuhanan Yang Maha Esa.
Dua. Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab
Tiga: Saat membacakan sila ketiga isinya yang dibaca oleh Richard Cahyadi Penjabat Bupati Oku Timur adalah isi dari pada sila Ke Empat yang isinya adalah:
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
dan seterusnya membaca Sila Ke Lima: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, sehingga isi dari pada Pancasila sila ketiga tidak dibacakan yang seharusnya dibaca, isi sila ketiga yang tidak dibaca oleh Richard Cahyadi sebagai Penjabat Bupati Oku Timur saat upacara adalah Sila Ketiga isinya: PERSATUAN INDONESIA.
Dari kejadian tersebut para peserta upacara terperangah dan kaget atas pembacaan teks Pancasila oleh penjabat Bupati saja salah, ada juga yang menduga-duga jangan-jangan sang Penjabat Bupati Oku Timur Tidak hapal teks Pancasila.
Ada lagi sumber yang layak dipercaya bahwa malam kamis menjelang peringatan satu Oktober sang Penjabat tidur larut malam akibat pengaruh hobi Berkaraoke ria sehingga kurang tidur dan berdampak pada saat pembacaan teks Pancasila, dimana isi sila ketiga terlewatkan.
kalau informasi tersebut benar maka sangat disayangkan seorang pejabat publik tidak disiplin waktu istirahat padahal esok paginya akan meminpin upacara yang berikibat patal baik berdampak secara pribadi maupun secara dinas yang menyangkut nama baik Penjabat Bupati, disini terlihat bahwa apa yang didengung-dengung oleh sang Penjabat Bupati yang merupakan alumni STPDN.
Dimana Penjabat tersebut mewajibkan PNS harus Disiplin ternyata hal tersebut tidak berlaku pada dirinya sendiri dan ia diduga telah membuat kesalahan, juga mempermalukan dirinya sendiri dihadapan Muspida dan Masyarakat Oku timur menjadi heboh atas kejadian tersebut.
Transformasinews mencoba konfirmasi terbadap Richard Cahyadi sebagai penjabat Bupati Oku terkait informasi malamnya berkeroke ria di Baturaja belum bisa dikonfirmasi melalui SMS dan Hp.08117101xxx tidak bisa dihubungi sampai pemberitaan tersebut ditayangkan.
Laporan: Amrizal Aroni
Sumber: Transformasi
Posted by: Amrizal Aroni
