TransformasiNews.com, Kayu Agung – Aksi pungutan liar (Pungli) di jembatan timbang Pos Pelayanan Terpadu (PPT) di Desa Pematang Panggang Mesuji OKI, terus terjadi. Bahkan timbangan ini dijaga oknum aparat kepolisian dan tentara menggunakan senjata laras panjang.
Pantauan dilapangan, Minggu (22/12) sekitar Timbangan milik Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi itu, terlihat pegawai Dishub dikawal oknum tentara dan polisi serta beberapa preman. Oknum ini leluasa melakukan pungli bermotif kupon. Sementara aparat menjaga lokasi sekitar.
Semua angkutan harus naik timbangan. Kenyataannya, mobil terus berlalu hanya karnet turun ke loket dan memberikan amplop lalu berlari menuju mobil.
Bagi kendaraan yang tidak memiliki amlop, baru masuk ke areal timbangan dan berjejer untuk memberikan uang kepada penjaga timbangan yang dikawal oknum.
Permainan pungli ini, nyata diketahui dengan kasat mata. Namun sudah menjadi hal biasa, tak ada pengawasan atau rasa takut bagi oknum disana.
Saat wartawan mencoba memarkirkan kendaraan dan memantau aktifitas timbangan, ada oknum polisi mengaku dari Propam Sumsel, mendatangi dan bertanya.
“Maaf dari mana, kalau wartawan lebih baik jangan parkir disini atau istirahat saja di Rumah Makan Tiga Saudara, tidak boleh meliput,” ujarnya seraya kalau mau duit minyak dan makan nanti dikasih.
Selang beberapa menit kemudian, oknum polisi berseragam preman senjata lengkap memberikan amplop kepada wartawan, seraya mengusir. Setelah mengasih amplop langsung meninggalkan wartawan.
Para awak media mencoba konfirmasi pihak PTT Timbangan Pematang Panggang. Namun tak ada satupun bersedia memberikan keterangan, bahkan situasi mulai tak kondusif setelah beberapa oknum menghampiri awak media dan meminta untuk meninggalkan tempat itu.
Kemudian para awak media, akhirnya meninggalkan lokasi dan mengembalikan amplop yang diberikan penjaga timbangan tadi.
“Harus bagaimana lagi Pak, kalau sopir tak mengikuti aturan, kami dimarahi bahkan dipukul oleh penjaga timbangan,” ujar sopir ditemui di rumah makan di desa Pematang Panggang yang ditunjuk sebagai tempat pengambilan kupon.
Sementara, Direktur Bende Seguguk corupption Wacth (BSCW), Ahmad Syamsir mengatakan, timbangan adalah alat ukur berat kendaraan. Tak heran, Jalintim baru saja diperbaiki sudah terkelupas lagi, bak menyemir sepatu saja. “Kerusakan jalan di Jalintim ini disebabkan kendaraan melebihi tonase, praktek ini harus dihentikan,” ujarnya. (Palempangpos.com)
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi