Pengusaha Batubara Lecehkan Gubernur dan Bupati

MARTAPURA-OKUT, Transformasinews.com – Mobil tronton (truk -red) pengangkut batubara dari arah baturaja tujuan Lampung, Minggu (23/3/2014 ) sekitar pukul 01.00 WIB, yang sarat dengan muatan, terbalik kearah kiri di dekat perlintasan rel kereta api Kota Martapura.

Dalam kejadian itu, tidak ada korban jiwa, diduga salah satu ban tronton tersebut terperosok di dalam lubang disebelah kiri jalan,. Dan akibatnya truk melintang di tengah jalan dan menimbulkan kemacetan panjang.

Pengamatan di lokasi, truk tronton sudah mulai dilakukan evakuasi oleh anggota lalulintas yang dibantu pengurus truk batubara ini. Sementara untuk sopir truk ini sendiri melarikan diri setelah kejadian, sehingga polisi belum mengetahui identitas sopir tersebut.

Informasi menyebutkan, truk pengangkut batubara yang sarat muatan ini, saat tengah malam melintas dengan cara kompoi, yang lebih kurang 200 truk melintasi Kota Martapura. Namun begitu sampai diperlintasan rel, truk dengan nomor polisi BM 9160 ZU warna Kuning tiba-tiba terbalik akibat terperosok  kesisi sebelah kiri jalan yang agak terjal

”Begitu petugas datang melakukan pengamanan, untuk sopirnya sendiri sudah tidak kita temukan lagi, karena melarikan diri saat truk batubara ini terbalik,” kata Kapolres OKU Timur AKBP Hengky Widjaya melalui Kasatlantas AKP M Yakin Rusdi, didampingi Kanitlakalantas Aiptu Kahar di lokasi, Minggu (23/3/2014), saat hendak melakukan evakuasi.

Menurut Kahar, hari ini juga truk pengangkut batubara ini akan segera mereka lakukan evakuasi, sebelum kemacetan akan terjadi apabila tidak dilakukan evakuasi. Karena dikatakanya, truk itu melintang disalah satu jalan yang bisa membuat arus lalulintas akan tersendat

”Setelah kita lakukan evakuasi, truk langsung akan kita amankan ke Mapolres OKU Timur guna penyelidikan lebih lanjut,” katanya.

Menurut salah satu warga Kota Martapura yang sering mangkal di warung kopi menyebutkan, menjelang tengah malam, truk pengangkut batubara ini sering melintas dengan cara berkonvoi melintas di tengah Kota Martapura.

“Kadang seratus truk, kadang dua ratus truk. Udah itu ngebut-ngebut truk ini, ngak tahu apa mereka ini kalau tengah malam kan masyarakat lagi istirahat,” terangnya dengan nada kesal. 

ditemui secara terpisah Ketua LSM Indoman Ir. Amrizal Aroni mengatakan pengusaha batubara sudah melecehkan Surat Edaran Gubernur Sumsel dan PERDA Kab. OKU Timur yang melarang mobil pengangkut batubara bertonase lebih dari 8 Ton dari kejadian tersebut pihak penegak PERDA yaitu POL PP OKU Timur tidak melakukan razia secara rutin dan pihak POLRES OKU Timur seolah tutup mata dimana truk-truk tersebut melintas jelas didepan Kantor POLRES OKU TImur namun tidak ada tindakan ” Amrizal menduga ada oknum-oknum tertentu yang bermain meloloskan truk pengangkut batubara tersebut mengingat informasi yang didapat untuk meloloskan pengangkut batubara dengan imbalan antara Rp 500.000 – Rp 1.500.000 kepada oknum yang mengawal untuk meloloskan melewati Kab. OKU dan OKU Timur. Polisi dan POL PP harus menegakkan aturan yang sebenarnya ujar Amrizal. ( BeritaAnda/redaksi)

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
TransformasiNews.com @ 2016