TRANSFORMASINEWS, Palembang. –Aksi penghadangan angkutan batubara yang dilakukan warga, mendapat dukungan dari Komisi IV DPRD Sumsel. Dukungan ini diberikan, karena pihak pengusaha tidak mengindahkan SK yang diterbitkan oleh Gubernur Sumsel, mengenai larangan untuk melintas di jalan umum.
Demikian dikatakan Anggota Komisi IV DPRD Sumsel, Najib Matjan, Selasa (12/8). Menurut dia, angkutan batubara yang melintas dijalan umum, telah memberikan banyak kerugian bagi masyarakat dan pemerintah. Selain merusak jalan, angkutan batubara juga telah menelan banyak korban jiwa. Sementara kontribusinya bagi negara sangat minim.
“Seberapa besar anggaran yang harus dikeluarkan oleh pemerintah untuk perbaikan jalan. Sementara, pihak pengusaha hanya menikmati dan tidak memperhitungkan hal tersebut,” ujarnya.
Dikatakannya, angkutan barubara ini tidak hanya melanggar SK Gubernur, tetapi mereka juga melanggar lalulintas, karena setiap kali jalan tonasenya berlebih. ”Kalau aksi mereka ini hanya bisa dihentikan dengan aksi penghadangan, maka sah-sah saja masyarakat untuk melakukannya. Sebab, banyak aturan yang dibuat pemerintah nyata-nyata dilanggar oleh pemilik modal,” ujarnya.
Sebagai wakil rakyat, Najib mengatakan mendukung aksi penghadangan yang dilakukan warga. Selain itu, pihaknya telah menggelar Rakor bersama instnasi dan intitusi terkait termasuk bupati atau kepala daerah yang mengeluarkan izin pengoperasian angkutan batubara.
“Karena persoalan ini, bisa diselesaikan harus dimulai dari hulu terlebih dahulu. Mereka (pengusaha batubara), yang banyak menikmati hasil bumi hendaknya berpikir untuk membuat jalur atau terminal khusus sehingga pemerintah tidak menanggung beban biaya perbaikan jalan yang ditimbulkan,” jelasnya.
Terhadap angkutan yang terus melanggar hendaknya ditahan, sebagai bentuk efek jerah kepada mereka. ”Jangan mau gratis saja, tetapi mereka harus berkontribusi terhadap daerah. Enak saja mereka sudah megeruk kekayaan alam Sumsel, mreka juga seenaknya merusak jalan dan merenggut banyak korban,” tukasnya.
Sumber: (PaPos)
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi
