Jalan Longsor Masih Diperbaiki, Poros Lubuk Batang – Prabumulih “Bopengan”

TRANSFORMASINEWS.COM, BATURAJA. Jalan Lintas Sumatera poros Lubuk Batang – Prabumulih masih “bopengan” karena lubang hampir di sepanjang jalur tersebut. Pengguna jalan yang melintasi jalur ini mudik lebaran lalu tak begitu nyaman.

Meski merupakan jalan alternatif, namun poros ini padat aktivitas lalu lalang kendaraan bermotor tiap harinya. Baik motor, mobil pribadi, bus, maupun truk pengangkut barang, hasil kebun dan hasil bumi.

Pengemudi yang tidak hafal kondisi jalan apalagi baru pertama kalinya melintasi jalur tersebut mesti ekstra hati-hati. Terutama bila hari sudah gelap.

Soalnya bila di luar perkampungan, tidak ada lampu jalan atau lampu rumah penduduk sekedar menambah pencahayaan lampu kendaraan agar jalan bisa terlihat lebih jelas.

Utamanya yang mengendarai kendaraan roda dua. Lubang jalan mengintai yang bisa menjadi penyebab kecelakaan bila terjebak. Meski terlihat di beberapa titik ada aspal penambal lubang yang cukup parah, namun tambal sulam tersebut tidak merata.

“Di sepanjang jalan Lubuk Batang jalannya masih banyak lubang. Untungnya kerusakan parah bak kubangan kerbau yang di Muara Enim tidak ada lagi.

Kalau naik motor sebaiknya hati-hati. Naik mobil saja meliuk-liuk karena sopir menghindari lubang hampir di sepanjang jalan sebelum sampai perbatasan Prabumulih,” ujar Iin, salah seorang pemudik.

Masih terbilang tak jauh dari Kota Baturaja, kata dia, ada jalan longsor yang dilihatnya dikerjakan perbaikannya. Yakni jalan pinggir sungai yang ada di Desa Banuayu, Kecamatan Lubuk Batang.

“Kalau lewat jalan longsor tersebut tidak bisa dua arah. Ada penduduk yang mengatur agar arus satu arah bergantian. Karena jalannya jadi sempit lantaran longsor beberapa tahun lalu,” tambahnya.

Sementara itu, terkait perbaikan jalan longsor di Desa Banuayu ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Tataruang dan Pengairan Kabupaten OKU, Ir H Helman, membenarkan masih ada pengerjaan perbaikan disana.

Kata dia pengerjaannya terus dikebut dengan mengutamakan kualitas agar kedepannya tidak terjadi longsor lagi. Agar kuat, menurut Helman, pengerjaan jalan tersebut menggunakan teknik bore pile.

“Penahannya dibor kemudian dimasukan seperti tabung lalu dicor. Jadi lebih kuat,” Helman, Kamis (29/6).

Namun, saat ini debit air sungai sering pasang. Sehingga kata Helman cukup menghambat pengerjaan jalan longsor tersebut. Terlebih untuk melakukan pengecoran dan pengerjaan lainnya.

Helman mempridiksi, perbaikan jalan nasional yang menghubungkan Baturaja-Prabumulih tersebut selesai tahun ini juga.

“Kemungkinan tahun ini selesai. Mudah-mudahan tak ada kendala berarti,” sambungnya. Pengerjaannya sendiri kata dia sudah dilakukan sejak beberapa bulan lalu.

Karena jalannya sempit akibat separuh jalan amblas ke sungai, untuk menghindari kecelakaan maka instansi terkait memasang rambu-rambu adanya jalan longsor.

Sumber:Beritatotal.com (diJee)

Posted by: Admin Transformasinews.com

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
TransformasiNews.com @ 2016