Jakarta – Dekapan orang tua sebenarnya adalah terapi yang paling baik bagi bayi yang lahir prematur. Ini disebut juga dengan kangoroo model.
Spesialis dokter anak, Dr. dr. Rinawati, SpA (K) Perinatologi mengatakan, pelukan atau dekapan orang tua akan mengembalikan si anak pada situasi ia masih berada dalam rahim ibu.
“Seharusnya kan si bayi kan masih ada di dalam perut ibu, ia akan mencari-cari situasi seperti itu, pelukan dan dekapan ibu membuat dia akan cepat stabil karena merasa berada di tempatnya yaitu di dalam rahim ibu,” kata dokter Rina dalam talkshow “Deteksi Dini Berbagai Komplikasi Pada Kehamilan & Risiko Bayi Lahir Prematur” di Brawijaya Women & Children Hospital, Jakarta, kemarin (26/10/2013).
Karenanya ketika bayi lahir prematur, sebaiknya setelah penanganan medis selesai langsung dikembalikan kepada ibu atau keluarga inti, seperti ayah atau kakak untuk secara bergantian mendekap dan memeluk bayi untuk memberikan rasa aman selain dari penggunaan inkubator.
“Tapi biasanya memang ada ayah atau ibu yang takut-takut atau khawatir menggendong bayi yang memang sangat kecil beratnya. Namun ini harus dilatih dan dibiasakan. Biasanya setelah tiga hari baru memiliki keberanian,” katanya.
Tak hanya memberi rasa aman dan nyaman, kata dokter Rina, praktek ini juga akan membuat psikologis bayi setelah besar nanti lebih baik seperti tidak penakut dan tidak mudah memberontak.
“Memang inkubator memberi rasa hangat namun ini tidak senyaman ketika bayi dipeluk atau digendong oleh keluarga. Ia akan merasakan dilindungi sehingga kelak nanti tidak mudah menjadi penakut atau agresif,” tandasnya.
Namun jika hal itu tidak dimungkinkan dilakukan, kini kata dokter Rina juga telah banyak rumah sakit yang melakukan tehnik seperti membungkus.
Bayi dibungkus dan diletakkan dalam tempat berbentuk bulat yang menyerupai rahim atau kandungan ibu agar ia menemukan kembali tempat seharusnya ia masih berada. (inilah)
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi