
Foto Arie Iskandar semasa hidup
TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG – Ucapan kalimat alhamdulilah terus dilontarkan dari mulut Mawi (62) yang tak lain sebagai paman dari Alm Arie Iskandar. Hal itu sebagai rasa syukur setelah mengetahui pelaku pembunuhan kemenakannya tertangkap oleh pihak kepolisian.
Ditemui Tribun di ruko usaha Alm Arie di jalan SH Wardoyo 7 Ulu, hanya ada Mawi dan istrinya, dia juga mengaku masih menunggu kabar dari ibunda Alm Arie yang sedang berada di kantor polisi untuk mengetahui pelaku yang ditangkap.
Dengan ditangkapnya pelaku pembunuh Arie, dia langsung meluapkan rasa kesal agar pelaku dihukum seberat-beratnya atau dihukum mati, hal itu sebagai balasan perbuatan dari pelaku yang sudah menghilangkan ponakan kesayangannya tersebut.
“Bila perlu mati (hukum mati para pembunuh), mereka tidak ada rasa kasihan, tega sekali membunuh ayah yang baru punya anak bayi berusia 5 bulan,” kata Mawi berkaca-kaca.
Usai kematian ponakannya, Aini yang tak lain ibunda Arie terus menangis dan sedih tak rela melepas kepergian anak satu-satunya yang tinggal di Palembang.
Bahkan Aini selalu bermimpi didatangi Arie yang menangis dan meminta pelaku segera ditangkap karena tak menerima dirinya dibunuh.
“Ibunya mimpi terus, tapi dalam mimpi Arie tak menyebutkan nama pelaku itu, sepertinya memang tidak kenal, usai mimpi pasti Aini menangis mengingat mimpinya,” kisah Mawi menjelaskan mimpi Aini.
Setelah Arie terbunuh, usaha tempat berjualan pempek pun yang dirintis oleh keluarganya saat ini terkadang jual terkadang tidak. Sebab tidak ada lagi yang menjaga dan menjual usaha pempek turun temurun.
“Arie yang biasa menjual, saat ini di ruko hanya aku, Aini dan keluarga lainnya yang tinggal, setelah tahu pelaku ditangkap mudah-mudahan kesedihan Aini sedikit hilang,” jelas kakak kandung nomor tiga ibunda Arie ini.
Sedangkan rumah keluarganya yang berada di kampung Kapiten tidak dihuni pasca kematian Arie, tetangga sekitar menjelaskan bahwa ibu dan keluarga lebih memilih menetap di ruko ketimbang rumah tua keluarganya.
“Kosong disini, pada tinggal di ruko,” jelas seorang wanita yang rumahnya berdekatan.
Mengetahui pelaku pembunuhan tertangkap, lantas dirinya langsung meminta aparat penegak hukum untuk menghukum seberat-beratnya.
“Yang benar sudah ditangkap, kami belum dapat kabar, mudah-mudahan dihukum mati pelakunya,” kata wanita yang tengah menggendong bayi seraya berteriak ke tetangga lainnya bahwa pelaku sudah tertangkap.
Berdasarkan berita beberapa waktu lalu, sesosok mayat laki-laki tanpa identitas ditemukan terlungkup di semak-semak kebun karet milik warga di seberang SPBU Kecamatan Lembak tak jauh dari tugu batas kota Prabumulih pada Kamis (29/9/2016) sekitar pukul 14.00, ternyata Arie Iskandar.
Arie diketahui merupakan warga 7 Ulu kota Palembang. Korban diketahui sehari-hari menjadi sopir travel mobil plat hitam.
“Korban diketahui atas nama Arie Iskandar, korban merupakan warga tujuh ulu kota Palembang. Untuk sementara itu dulu datanya,” ungkap Kapolsek Lembak, AKP Aidil BMI ketika dikonfirmasi melalui telpon gengam.
Seperti diberitakan, masyarakat Kecamatan Lembak Kabupaten Muaraenim, Kamis (29/9/2016) sekitar pukul 14.00 mendadak gempar. Pasalnya, sesosok mayat laki-laki tanpa identitas ditemukan terlungkup di semak-semak kebun karet milik warga di seberang SPBU Kecamatan Lembak tak jauh dari tugu batas kota Prabumulih.
Pria yang memiliki ciri-ciri tinggi kisaran 170 cm, kulit putih dan rambut model mohak serta berumur kisaran 30 tahun tersebut ditemukan dengan kondisi memakai baju kaos putih penuh darah serta celana jeans pendek warna abu-abu dalam keadaan terlepas.
Tidak hanya itu, pria yang diperkirakan merupakan warga keturunan tersebut saat ditemukan dalam kondisi terjerat tali di bagian leher dan kedua tangan terikat ke bagian depan. Selain itu, tubuh bagian depan, belakang dan wajah dipenuhi luka tusuk senjata tajam.
Jenazah ditemukan warga Kecamatan Lembak ketika melintas di kebun karet dan hendak buang air kecil, namun tiba-tiba mendapati ada sesosok tubuh mayat terlungkup di semak-semak.
Mengetahui itu warga tersebut kemudian memberitahu warga lainnya dan melapor ke kepolisian sektor (Polsek) Lembak. Selanjutnya, oleh jajaran kepolisian jenazah dibawa ke Kamar Mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kota Prabumulih, untuk dilakukan pembersihan.
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi