Alex Noerdin Dicecar

statik.tempo.co
Alex Noerdin. TEMPO/Seto Wardhana

TRANSFORMASINEWS, JAKARTA. -Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin kemarin dicecar dengan pertanyaan ihwal perubahan desain dan fee proyek Wisma Atlet Palembang. Dia diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai saksi terkait dengan penyelidikan dugaan korupsi pengadaan pusat olahraga yang digarap PT Duta Graha Indah tersebut.

Dugaan korupsi ini merupakan perkara baru dalam kasus Wisma Atlet yang menyeret mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M. Nazaruddin. KPK mencium praktek penggelembungan harga melalui perubahan desain. “Alex Noerdin dimintai keterangan dalam kasus baru terkait Wisma Atlet,” kata juru bicara KPK, Johan Budi S.P.

Dalam proyek senilai Rp 191 miliar itu, ada dugaan desain Wisma Atlet diubah dari rencana semula yang disetujui Kementerian Pemuda dan Olahraga. Menurut Johan, penyidik sedang mengumpulkan alat bukti guna meningkatkan status kasus tersebut dari penyelidikan ke tahap penyidikan.

Nama Alex Noerdin kerap disebut-sebut dalam sidang kasus suap Wisma Atlet oleh sejumlah saksi. Direktur Utama PT Duta Graha Indah Dudung Purwadi, misalnya. Dalam kesaksian sidang terdakwa Nazaruddin, ia mengatakan ada komisi sebesar 20 persen. Fee itu antara lain untuk Komite Pembangunan Wisma Atlet 2,5 persen, Alex Noerdin 2,5 persen, dan sisanya buat Nazar serta Mindo Rosalina Manulang, terpidana 2,5 tahun penjara pada kasus yang sama.

Alasan KPK memeriksa Gubernur Alex, menurut Johan, posisi Alex dianggap penting sebagai penanggung jawab proyek. Alex Noerdin mengaku ditanya penyidik soal adanya komisi 2,5 persen. Ia juga dicecar pertanyaan ihwal gambar desain proyek yang kemudian diubah atas perintahnya.

Kepada wartawan, Alex, yang sedang dicalonkan oleh Partai Golkar menjadi Gubernur DKI Jakarta, membantah pernah menerima fee proyek Wisma Atlet sebesar 2,5 persen. Ia juga menyatakan tidak tahu terjadi penggelembungan proyek sehubungan dengan perubahan desain. “Saya sudah ngomong enggak, ya, enggak (ada),” kata Alex setelah diperiksa penyidik selama tujuh jam.

Sumber: TEMPO.CO

Leave a Reply

Your email address will not be published.