Penerimaan CPNS OKU Menuai Protes Peserta

TES CPNSTRANSFORMASINEWS, BATURAJA. – Penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) formasi 2014 melalui Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu Sumatera Selatan, menuai protes dari sejumlah peserta tidak lolos dan merasa dirugikan, akibat mekanisme penerimaan ada kesalahan administrasi.

Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (BKD OKU), Firdaus Roni didampingi Kepala Bidang Penataan Mutasi dan Pensiun, Burhanudin Lubis di Baturaja, Senin tidak membantah seperti yang disampaikan sejumlah peserta memprotes ada empat orang anak pejabat BKD setempat lolos tes CPNS 2014.

“Kami tidak membantah, tetapi tidak juga mengakui hal itu. Tolong kawan-kawan jangan konfirmasikan hal tersebut kepada kami, karena bagaimanapun pejabat yang dimaksud pernah menjadi pimpinan kami,” kata Firdaus kepada wartawan.
Oleh karena itu, terkait dengan pernyataan para peserta tes penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) formasi 2014 yang menyatakan ada empat orang anak pejabat Badan Kepegawaian Daerah (BKD) setempat dinyatakan lolos, kedua pejabat tersebut mempersilahkan wartawan mencari informasi dan datanya sendiri.

Yang jelas lanjut Firdaus, sebagai Sekretaris di BKD OKU selama ini sama sekali tidak pernah dilibatkan dalam hal mekanisme perekrutan CPNS.
“Sekali lagi saya tegaskan bupati baru tahu persoalan ini setelah tahapan penerimaan tes CPNS OKU sudah berlangsung,” jelasnya.

Sementara, empat orang anak pejabat BKD OKU lolos tes CPNS diduga bermasalah, akibatnya sejumlah peserta ujian melalukan protes terkait mekanisme penerimaan ada kesalahan administrasi.
Informasi di lapangan menyebutkan bahwa ada empat anak pejabat di BKD setempat  lolos tes CPNS setelah mengubah syarat administrasi, sehingga menuai protes dari peserta tes lainnya yang merasa dirugikan.

“Saya tidak tahu namanya, dan yang jelas ada empat orang yakni dua orang anak mantan Kepala Bidang Penataan Mutasi dan Pensiun BKD OKU, Abdul Rozak dan dua lagi anak mantan Kepala BKD OKU, Yanius,” kata salah seorang PNS di BKD setempat yang minta namanya dirahasiakan.
Dia mengatakan, tindakan mantan Kepala BKD OKU, Yanius yang nekat mengubah syarat administrasi penerimaan tes CPNS OKU 2014 itu diduga dilakukan agar kedua anaknya bisa ikut tes dan dinyatakan lolos.

“Mungkin itulah kenapa Yanius mendadak dimutasikan oleh pelaksana tugas Bupati OKU, Kuryana Aziz, dan bupati marah dengan tindakan Yanius,” ungkapnya.
Sementara Komar (52), ayah kandung Yoelanda Andini, peserta tes CPNS OKU 2014 yang mengambil formasi D1 transfusi darah namun dianulis, karena tak memenuhi syarat administrasi dari Kementrian Aperaturan Negera (Kemenpan) RI, saat dihubungi via telepon selulernya mengaku sudah membulatkan tekat akan membawa masalah ini ke ranah hukum.

“Saya tidak terima anak saya diperlakukan seperti ini. Orang sudah capek-capek ikut tes, namun tahu-tahu dinyatakan tak lolos administrasi. Ini bukti bobroknya BKD OKU dan hal itu wajib diberantas agar tak ada lagi orang yang dirugikan,” tegasnya.

Dia menambahkan, dalam waktu dekat akan melapor ke Mapolres OKU terkait adanya kesalahan administrasi dalam proses penerimaan CPNS yang terjadi di BKD setempat.
“Kalau perlu nanti BKD OKU akan saya PTUN kan,” ujarnya.

Sumber: (ANJAS/JS.Com)