
TRANSFORMASINEWS, PALEMBANG. Bantuan Rp 500 Milyar yang akan digulirkan oleh Pemerintah Pusat untuk pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api, oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel baru akan digunakan pada tahun depan atau 2015. Untuk memperbaiki seluruh fasilitas dan infrastruktur yang ada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) TAA.
Ketua Pelaksana Pembangunan KEK TAA, Regina kepada wartawan menjelaskan, pasca kunjungan Presiden RI, Joko Widodo ke KEK TAA beberapa waktu lalu, pihaknya mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat sebesar Rp 500 Milyar.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden melihat rencana aksi dalam pengembangan pelabuhan peti kemas yang berada dalam kawasan KEK TAA. Serta, penyelesaian pelabuhan tersebut yang dimungkinkan akan dapat terhubung dengan keberadaan tol laut yang telah diproyeksikan oleh pemerintah pusat, yang didalamnya terdapat kawasan industri dan jalur rel kereta api disamping infrastruktur jalan menuju kawasan tersebut.
“Rencananya, pembangunan akan dimulai pada 2015,” ungkapnya saat dikonfirmasi mengenai rencana pembangunan KEK TAA, Senin (8/12).
Sesuai dengan rencana aksi untuk menyelesaikan pembangunan peti kemas tersebut dan seluruh infrastruktur penunjang lainnya, pihaknya akan menggunakan dana bantuan tersebut untuk melengkapi kebutuhan air bersih, jalan dan pelabuhan laut di kawasan tersebut.
“Kami berencana akan melengkapi semua fasilitas maupun infrastruktur pembangunan kawasan KEK TAA,” tambahnya.
Untuk mempermudahkan pengembangan kawasan KEK TAA, Regina menjelaskan, pihaknya telah mengajukan kepada pemerintah pusat agar jalan darat menuju kawasan tersebut dapat menjadi jalan nasional. Sehingga, proyek pengembangan TAA oleh Pemprov Sumsel dapat lebih fokus.
“Kalau akses jalan menuju menjadi jalan nasional kan pemerintah pusat yang memperbaikinya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN). Sehingga, kami akan akan lebih konsen menyelesaikan pembangunan KEK TAA,” tambahnya.
Mengenai pengembangan Pelabuhan Laut Dalam (Deep Sea Port), Regina menjelaskan, pihaknya tidak akan menggunakan dana bantuan oleh pemerintah pusat yang akan digulirkan dalam 3 tahun. Melainkan, menyerahkan semuanya kepada para investor yeng tertarik dalam pengembangan pelabuhan laut dalam tersebut.
“Kalau untuk laut dalam, kami lebih tekankan penyelesaiannya menggunakan dana yang diperoleh dari para investor,” terangnya.
Sumber: [rmol]
