TRANSFORMASINEWS,BANYUASIN- Berdasarkan penilaian Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkalan Balai, pembangunan yang dilakukan Pemkab Banyuasin memang terkesan asal jadi. Sehingga kalau ada rakyat yang demo dan memprotes proyek pembangunan di daerahnya, hal itu wajar.
Kajari Pangkalan Balai Banyuasin Suwito mengungkapkan, dalam beberapa bulan terakhir ini mereka sering menerima kedatangan elemen masyarakat, mahasiswa dan lainnya untuk berdemo maupun menyampaikan laporan terjadinya penyimpangan proyek.
“Setelah berulang kali dilakukan penelaahan ternyata semua ini akibat ulah kontraktor nakal yang melaksanakan pembagunan diberbagai tempat di Banyuasin tidak bermutu. Sehingga masyarakat memprotes melihat kondisi proyek yang baru beberapa bulan sudah hancur,” ungkap Kajari Pangkalan Balai, Suwito kepada wartawan Kamis (25/9) .
Padahal kata Kajari, sebelumnya sudah berpesan kepada Yan Anton Ferdian selaku Bupati Banyuasin untuk menghindari hal-hal yang mendekati korupsi.
Ada 3 hal yang perlu diperhatikan Yan Anton agar pembangunan di Banyuasin dapat berjalan yakni jangan meunjuk kontraktor nakal, jangan menunjuk kepala SKPD pemalas, sering-sering ke lapangan untuk memeriksa pembangunan, dan jangan hanya mau komisi proyeknya saja.
Sayangnya semua pesan ini katanya, tidak pernah diperhatikan Bupati Yan Anton Ferdian.
“Saya sudah kasih warning berulang kali pada Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian. Mungkin beliau lupa. Pembangunan di Banyuasin tidak akan bertahan lama, angka korupsi akan semakin bertambah. Saya tekankan agar Bupati Banyuasin tidak salah menunjuk, baik rekanan maupun Kepala SKPD,” terang Suwito. [RMOL]
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi
