
TRANSFORMASINEWS.COM, JAKARTA. PRESIDEN Joko Widodo sudah berulang kali berpesan agar para pejabat di kementerian dan lembaga dapat menjauhi praktik korupsi.
Karena itu, operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap satu pejabat eselon I di Kementerian Perhubungan diminta dapat menjadi pembelajaran buat kementerian dan lembaga lain.
“Presiden selalu menyampaikan kepada semuanya, tidak hanya kepada Kemenhub saja, tapi ke semuanya untuk menjauhi korupsi. Kemudian dapat menggunakan anggaran keuangan negara itu secara proper dan tidak mencuri uang rakyat,” kata juru bicara Kepresidenan, Johan Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (24/8).
Tim Satgas KPK menangkap tangan pejabat eselon I di Kemenhub pada Rabu (23/8). Lembaga Antirasuah mengamankan barang bukti berupa uang rupiah dan mata uang asing.
Informasi yang dihimpun, pejabat Kemenhub yang ditangkap adalah Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) berinisial TB. Dia diduga menerima suap berkaitan izin proyek infrastruktur perhubungan laut.
Johan belum dapat memastikan apakah Presiden akan memanggil Menhub Budi Karya atau tidak menyikapi penangkapan terhadap anak buahnya itu.
“Setelah OTT Presiden perlu memanggil Menhub atau enggak? Itu perlu ditanya ke Presiden. Saya kira belum ada informasi itu, pungkas dia.
Sumber: Mediaindonesia.com (MTVN/OL-6)
Posted by: Admin Transformasinews.com
