PEMBANGUNAN FASILITAS PELABUHAN LAUT TANJUNG API-API DIDUGA DIKORUPSI

59
PEMBANGUNAN FASILITAS PELABUHAN LAUT TANJUNG API-API DIDUGA DIKORUPSI

TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG- Pekerjaan Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Laut Tanjung Api – Api Kabupaten Banyuasin Provinsi  Sumatera Selatan sumber dana APBN dan APBNP tahun 2015 yang menelan dana Rp. 28,4 Miliar lebih diduga sarat penyimpangan. Menteri Perhubungan Ignasius Jonan diminta turun tangan   

Hasil Pekerjaan  Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Laut Tanjung Api-Api Kabupaten  Banyuasin Prov. Sumatera Selatan sumber dana APBN dan APBNP Tahun 2015 yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) melalui  Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Palembang diduga keras menyimpang dari kontrak. Volume pekerjaan yang terpasang dilapangan disinyalir  tidak sesuai dengan volume dalam  Rencana Anggaran Biaya (RAB)

Informasi/data  yang dihimpun media,  pada akhir tahun 2015 lalu,  Ditjen Hubla Kemenhub melalui Satuan Kerja KANTOR KESYAHBANDARAN DAN OTORITAS PELABUHAN KELAS II PALEMBANG melaksanakan 2 paket Pekerjaan Konstruksi PEMBANGUNAN FASILITAS PELABUHAN LAUT TANJUNG API-API,  yakni Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Laut Tanjung Api – Api,  sumber dana APBN 2015. Pelaksana PT. SUMATERA INDAH INDONESIA  dengan Nilai Kontrak sebesar Rp. 9.009.109.000,-.

Dan  Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Laut Tanjung Api-Api,  sumber dana APBNP 2015, Pelaksana PT. CEMERLANG SAMUDRA KONTRINDO dengan Nilai Kontrak Rp. 18.322.829.000,-.

Adapun Pekerjaan yang harus dilaksanakan berupa Pengadaan dan Pemancangan Tiang Pancang Diameter 40 Cm dengan Kedalaman rata-rata 40 Meter atau 4 Batang Tiang Pancang per Titik dan  Pengadaan dan Pemancangan Tiang Pancang Diameter 60 Cm dengan Kedalaman rata-rata 30 Meter atau 3 Batang Tiang Pancang Per Titik

Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan tersebut relatif sangat  singkat, hanya sekitar 50 hari kalender.  Penandatangan Kontrak antara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Penyedia Jasa dilaksanakan pada awal November 2015 dan berakhir pada akhir Desember 2015.

Hasil Investigasi DETEKTIFSWASTA bersama LSM. OBOR  di  lapangan (11/04/2016) menemukan,  kedalaman Tiang Pancang Diameter 40 Cm yang terpasang diperkirakan  hanya berkisar antara 25 Meter s/d 30 Meter  atau rata – rata  3 (tiga) batang  per  Titik Tiang Pancang.

Sedangkan untuk Tiang Pancang Diameter 60 Cm, kedalamannya  hanya bekisar 18 Meter s/d 20 Meter atau rata-rata 2 (Dua)  per Titik Tiang Pancang

Sementara jumlah titik Tiang Pancang yang dikerjakan  di lapangan berjumlah sekitar  522 Titik berada dalam satu lokasi. Tidak ada pembatas Pekerjaan yang dilaksanakan oleh PT. Sumatera Indah Indonesia dan PT. Cemerlang Samudra Kontrindo

Menurut seorang laki-laki yang mengaku bernama Toni yang ditemui lokasi pekerjaan Tanjung Api-Api,  2 paket pekerjaan tersebut dikerjakan bosnya bernama Pet dengan memakai  PT. Cemerlang Samudra Kontrindo dan PT. Sumatera Indah Indonesia. “Saya pelaksana lapangan, pekerjaan ini kami selesaikan hanya dalam waktu satu bulan lebih”, kata Toni.

Mengenai kedalaman tiang pancang menurut Toni untuk diameter 40 Cm rata-rata hampir 40 Meter, dan untuk diameter 60 Cm kedalamannya rata-rata 30 Meter

Ketua LSM OBOR, Munson Pasaribu mengatakan dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Laut Tanjung Api-Api itu sudah dilaporkan kepada Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Dirjen Perhubungan Laut, Irjen Kementerian Perhubungan dan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Palembang.

“Karena permasalahan ini cukup serius dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sehari-seharinya  bertugas di Ditjen Hubla Jakakarta maka laporan  saya antarkan langsung ke kantor Kemenhub, Jakarta pada 13 April 2016 lalu.

Inti laporan  meminta agar Menteri Perhubungan menurunkan Tim ke lapangan,  sebab  bila dugaan penyimpangan tersebut terbukti  benar sementara  Pekerjaan  sudah dibayar lunas  100 % sesuai Nilai Kontrak/Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Negara akan rugi  sekitar 30% sampai dengan  33%  dari Nilai Kontrak atau berkisar antara Rp. 8,5 Miliar s/d Rp 10 Miliar. Dan  disamping kerugian keuangan negara juga akan berpengaruh terhadap ketahanan bangunan ke depan”, kata Munson

LELANG TAHUN 2016 DIARAHKAN ?

Informasi terbaru yang dihimpun media, saat  ini Pokja ULP pada  Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Palembang sedang melaksanakan pelelangan Pekerjaan Lanjutan Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Laut Tanjung Api-Api dana APBN tahun 2016 dengan nilai HPS Rp. 19.477.019.000,-.

Sesuai data yang dikutip dari LPSE. Kemenhub, tahapan  pelelangan diawali dengan Pengumuman Pascakualifikasi dan Download Dokumen Pengadaan mulai tanggal 01 – 07 April 2016, Pemberian Penjelasan tanggal 04 April 2016 dan Upload Dokumen Penawaran mulai 05 April 2016 pukul 00:00 sampai dengan 08 April 2016 pukul 08:00.

Ada 37 perusahaan yang mendaftar (Download Dokumen Pengadaan) tetapi hanya 6 perusahaan yang meng-Upload Dokumen Penawaran yakni:

-PT. Cemerlang Samudra Kontrindo (Medan) harga penawaran Rp. 17.973.323.000,-,

-PT. Sentra Mulitikarya Infrastruktur (Bandung) harga penawaran Rp. 18.135.309.000,-,

-PT. Sumatera Indah Indonesia (Medan) harga penawaran Rp. 18.304.260.500,-,

-PT. Total Kinerja Mandiri (Pekanbaru) harga penawaran Rp. 18.403.359.000,-,

-PT. Hari Jadi Sukses (Medan) harga penawaran Rp. 18.963.853.000,- ,

-PT. Perkasa Salju Satria (Dumai – Riau) harga penawaran Rp. 19.826.000.000,- dan tidak satupun perusahaan yang berdomisili di Sumatera Selatan

Sesuai pengumuman pemenang tanggal 13 April 2016, pelelangan tersebut  dimenangkan oleh PT. Cemerlang Samudra Kontrindo dengan harga tawaran sebesar Rp 17.973.323.000,-. Tahapan pelelangan memasuki Masa Sanggah dari tanggal 14 April s/d 18 April 2016 pukul 10:00.

Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa dan Penandatanganan Kontrak akan dilakukan pada tanggal 20 April 2016 pukul 00:00 sampai dengan 21 April 2016 pukul 23:59.

Dipihak lain, hingga berita ditulis   laporan DETEKTIFSWASTA No. 07/Red-DS/W/04/2016 tanggal 12 April 2016 kepada Menteri Perhubungan Ignasius Jonan yang diterima oleh Staf Kemenhub bernama Sulastri (13/04/2016) hingga berita ditulis belum mendapat tanggapan (tim)

Sumber: Detektifsuasta

Posted by: Admin transformasinews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.