Jokowi Tunjuk Langsung Johan Budi Karena ‘Naksir’

Jokowi Tunjuk Langsung Johan Budi Karena 'Naksir'
Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino
TRANSFORMASINEWS, JAKARTA. Kepala Kantor Staf Presiden Teten Masduki bercerita, Presiden Joko Widodo memang sudah ‘naksir’ Johan Budi Sapto Prabowo sehingga langsung memerintahkannya untuk meminta Johan membantu sang kepala negara menjadi staf khusus di bidang komunikasi atau juru bicara.

“Presiden memerintahkan saya untuk komunikasi dengan Pak Johan untuk kemungkinan bisa bantu Presiden. Yang naksir Presiden langsung, waktu kami mengobrol berdua,” ujar Teten di Credentials Room, Istana Merdeka, Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (12/1).

Teten menjelaskan, pihak Istana selama ini mengetahui kinerja Johan secara profesional di Komisi Pemberantasan Korupsi. Ia mengaku yakin Johan mampu mengkomunikasikan program-program pemerintah dan memberikan informasi yang benar kepada masyarakat.

Meski demikian, Teten memastikan Presiden Jokowi akan tetap berupaya untuk berkomunikasi langsung dengan publik melalui para wartawan maupun media lainnya.

Pegiat antikorupsi itu pun menjelaskan, tugas Johan akan berbeda dengan Tim Komunikasi Presiden yang sudah ada selama ini. Menurutnya, tugas tim tersebut bukan hanya menyampaikan informasi kepada publik, melainkan juga mengolah, melakukan riset, dan berkoordinasi dengan kementerian.

“Jadi seperti halnya semua strategi komunikasi kan ada dapurnya. Jadi Tim Komunikasi,” katanya.

Ia pun mengaku tidak melakukan pembagian tugas khusus, karena antara anggota Tim Komunikasi Presiden dan Johan telah sering bekerjasama satu dengan lainnya di berbagai kesempatan.

Sementara itu, anggota Tim Komunikasi Presiden Ari Dwipayana menuturkan, kehadiran Johan akan memperkuat timnya. Ia optimistis, tidak akan ada masalah dengan timnya karena telah berhubungan baik dengan pihak media dan humas.

Johan Anggap Pengalamannya di KPK Berguna bagi Pemerintah

Johan Anggap Pengalamannya di KPK Berguna bagi Pemerintah
Juru Bicara Presiden Jokowi, Johan Budi Sapto Prabowo. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Juru Bicara Presiden yang baru saja diangkat, Johan Budi Sapto Prabowo, menganggap bahwa pengalaman profesionalnya selama 10 tahun di Komisi Pemberantasan Korupsi bisa berguna untuk pemerintah.

Johan bercerita, ia diminta Presiden Joko Widodo secara langsung untuk membantu mengerjakan tugas negara sebagai staf khusus di bidang komunikasi. Ia memaparkan, salah satu tugasnya adalah mengkomunikasikan apa yang menjadi kegiatan presiden.

“Dan tadi juga disinggung mengenai program-program pemerintah, tentu yang berkaitan dengan masing-masing kementerian kabinet itu juga mereka bisa menyuarakan apa yang mereka telah kerjakan,” katanya di Credentials Room, Istana Merdeka, Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (12/1).

Johan sadar bahwa banyak pihak yang mempertanyakan alasan mengapa ia menerima tawaran tugas tersebut. Mantan juru bicara KPK itu menjelaskan, ia sebelumnya diminta Kepala Kantor Staf Presiden Teten Masduki untuk membantu tugas presiden di bidang komunikasi.

“Akhirnya saya memutuskan untuk membantu biar saya ada kontribusi yang nyata,” ujarnya.

Ia melanjutkan, “Karena saya melihat apa yang selama ini menjadi pengalaman saya, as professional saya ya, bukan dari sisi politis, apa yang menjadi pengalaman saya selama 12 tahun lebih menjadi wartawan dan 10 tahun di KPK di mana lebih banyak sebagai jubir, menjelaskan apa yang menjadi program KPK kepada publik. Nah mungkin, menurut saya, pengalaman saya bisa berguna untuk pemrintahan sekarang atau untuk Presiden.”

Presiden Jokowi mengangkat Johan sebagai staf khusus presiden di bidang komunikasi. Ia mengaku mengangkat Johan karena dianggap berpengalaman di bidang tersebut.

“Jadi Pak Johan Budi mulai hari ini saya minta untuk membantu saya sebagai staf khusus presiden, karena saya tahu Pak Johan Budi sudah sangat berpengalaman,” ujar Jokowi di Credentials Room, Istana Merdeka.

Jokowi menuturkan, nantinya Johan akan membantunya untuk mengkomunikasikan program-program pemerintah kepada masyarakat. “Dan saya senang semakin banyak orang-orang baik di lingkungan Istana yang membantu saya,” katanya.

Sang kepala negara menuturkan, Johan nantinya akan mengkoordinasikan komunikasi pemerintah bersama para humas dari setiap kementerian, sehingga bisa muncul satu suara.

“Nantinya akan mengkoordinasi juga humas-humas di kementerian agar kita menjadi satu dan solid,” ujarnya.

Sebelumnya, Teten menilai mantan pelaksana tugas komisioner KPK Johan Budi cocok menjadi juru bicara Presiden Jokowi. Sebelum menjadi komisioner, Johan Budi sempat menjadi juru bicara KPK sejak 2006 lalu.

Dia juga pernah menjabat sebagai Direktur Pelayanan Masyarakat KPK pada 2008 dan 2009 serta Kabiro Humas KPK sejak 2009 hingga 2014.

Jokowi Angkat Johan Budi Sebagai Juru Bicara
Foto: CNN Indonesia/Resty Armenia
Presiden Joko Widodo mengangkat Johan Budi Sapto Prabowo sebagai staf khusus presiden di bidang komunikasi. Ia mengaku mengangkat Johan karena dianggap berpengalaman di bidang tersebut.

“Jadi Pak Johan Budi mulai hari ini saya minta untuk membantu saya sebagai staf khusus presiden, karena saya tahu Pak Johan Budi sudah sangat berpengalaman,” ujar Jokowi di Credentials Room, Istana Merdeka, Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (12/1).

Jokowi mengatakan nantinya Johan akan membantunya untuk mengkomunikasikan program-program pemerintah kepada masyarakat.
“Saya senang semakin banyak orang-orang baik di lingkungan Istana yang membantu saya,” katanya.

Sang kepala negara mengatakan Johan nantinya akan mengkoordinasikan komunikasi pemerintah bersama para humas dari setiap kementerian, sehingga bisa muncul satu suara.

“Nantinya akan mengkoordinasi juga humas-humas di kementerian agar kami menjadi satu dan solid,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Kantor Staf Presiden Teten Masduki menilai mantan pelaksana tugas komisioner KPK Johan Budi cocok menjadi juru bicara Presiden Jokowi. Sebelum menjadi komisioner, Johan Budi sempat menjadi juru bicara KPK sejak 2006 lalu.

Teten mengaku, Jokowi juga belum mendapatkan rekomendasi resmi mengenai hal tersebut. Sementara Johan Budi juga mengaku belum pernah bertemu Jokowi untuk membicarakan jabatan juru bicara itu.

“Memang kemarin saya ketemu Pak Teten dan sempat melihat Pak Presiden ketika melayat ibu Pak Pramono Anung (Sekretaris Kabinet) meninggal. Tapi sampai hari ini belum ada permintaan dari presiden,” ujarnya.

Meski keahlian juru bicara bukan hal baru bagi Johan, namun ia masih mempertimbangkan beragam hal termasuk pola kerja. Menurutnya juru bicara presiden dan juru bicara KPK memiliki kerja yang berbeda.

Jokowi Angkat Johan Budi Jadi Staf Khusus
Johan Budi Sapto Prabowo. (CNN Indonesia/Aghnia Adzkia).
Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengungkapkan, Presiden Joko Widodo mengangkat Johan Budi Sapto Prabowo menjadi staf khususnya.
“Staf Khusus… Johan Budi,” ujar Pramono di Kantor Presiden, Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (12/1).
Tak lama setelah Pramono menyebut nama Johan Budi, sebuah mobil golf yang dikendarai staf pengamanan Kompleks Istana terlihat melintas dan berhenti di Kantor Presiden. Di kursi penumpang mobil itu, terlihat Johan Budi duduk, mengenakan batik hitam lengan panjang.
Ia lantas berjalan menuju Istana Merdeka bersama Kepala Kantor Staf Kepresidenan Teten Masduki dan anggota Tim Komunikasi Presiden Ari Dwipayana.
Laporan:Resty Armenia (bag/rdk/utd)
Sumber:Jakarta, CNN Indonesia
Posted by:Amrizal Aroni