
Sukma Hidayat korban penyiraman air keras
TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG. Kejadian Tragis dialami Aktivis Sumsel, Sukma Hidayat bersama Istrinya saat melintas di Jalan Pengadilan, Sukarame Palembang. Sukma tiba-tiba disiram air keras oleh dua orang pria berkendaraan motor.
Aktivis yang aktif menyuarakan anti korupsi dan selalu berpihak kepada rakyat miskin ini, seakan tak percaya dengan apa yang dialaminya.
“Pagi ini saya mengendari mobil beserta istri, dalam perjalanan tiba-tiba mendekat dua orang pria mengendari motor Honda Beat warna hitam putih melemparkan bungkusan plastik berisi cairan ke arah kami,” ungkap Sukma.
Cairan dalam bungkusan tersebut, lanjut Sukma ternyata berisi air keras. Sukma beserta istrinya mengalami luka bakar cukup serius. Dari leher hingga paha mengalami luka bakar. Hingga berita ini diturunkan Sukma dan istrinya masih dirawat di Rumah Sakit dr. A.K. Gani.
“Kasus ini sudah saya laporkan ke Polsekta Sukarame. Ini preseden buruk, mencederai demokrasi. Intimidasi teror dan tindak kekeras merupakan kejahatan,” tegas Sukma.
Sukma enggan berspekulasi siapa otak dibalik kejadian ini. Dirinyapun tak mau mengatakan apakah terkait dengan aksinya selama ini atau yang akan dilakukan.
Baca juga berita terkait dengan judul: Jaringan ’98 Sumsel, Di Tanggapi KPK Soal Dugaan Penyelewengan Dana Bansos 2013

Sukma Hidayat korban penyiraman air keras
Sebelumnya Sukma diketahui melaporkan salah satu Pejabat di Sumsel ke KPK, kemarin dirinya juga hadir dalam aksi menggugat KNPI yang mencairkan dana APBD Sumsel 500juta dan di pergunakan untuk jalan ke luar negeri.
Dan hari ini, dari beberapa temannya diketahui Sukma berencana ikut aksi demo bubarkan Front Pembela Islam (FPI) di depan Markas Kepolisan Daerah Sumatera Selatan (Sumsel), Jalan Jendral Soedirman Palembang.
Ruby salah satu aktivis sahabat Sukma, sangat menyesalkan kejadian ini. Menurutnya cara cara premanisme harus diberantas di Indonesia. Ruby pun tak mau berspekulasi menuduh siapa otak dibalik ini. Menurutnya semua kemungkinan bisa terjadi. Namun dirinya menyerahkan kasus ini ke pihak kepolisian untuk diproses hukum.
“Kejadian ini bisa menjadi preseden buruk bagi demokrasi di Indonesia khusunya Sumsel.ini tindakan kejahatan yang harus diusut tuntas. Kami akan kawal kasus ini,” tegasnya.
Sumber: (Detak palembang/red/suarakita)
Posted by: Admin
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi