
TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG. Kedua pasangan suami istri (Pasutri) Marlia Agustina (34) dan Sukma Hidayat (38) Warga Jalan Kebun Bunga Komplek PDK, RT 33 RW 12, Kecamatan Sukarami ini harus terbaring lemah di Rumah Sakit AK Gani Palembang, lantaran mengalami luka bakar disekujur tubuhnya, usai dilempar air keras oleh orang tak dikenal.
Kejadian itu berlangsung di kawasan Jalan Pengadilan Pengadilan Tinggi, Kecamatan Sukarami, Palembang, pada Selasa (31/1) pagi kemarin.
Dimana awalnya, Sukma hendak mengantar istrinya bekerja bersama adiknya Meliana Purnama Sari (26)di Rumah Sakit Jiwa Ernaldi Bahar sebagai perawat dengan mengendarai mobil.
Namun, saat melintas dilokasi kejadian, dua orang terduga pelaku yang mengendarai motor, langsung melemparkan air keras dan mengenai kedua korban.
“Kaca depan mobil waktu itu lagi dibuka, karena suami merokok. Saat hendak ditutup, tiba-tiba dua orang bermotor, langsung melempar cairan” kata Marlia, ditemui di rumah sakit, Rabu (1/2).
Marlia awalnya tidak mengetahui jika itu adalah air keras. Tak lama terkena air itu, perawat di RSJ Ernaldi Bahar dan Sukma langsung merasakan panas yang hebat.
Sontak saja, mereka langsung menghentikan mobil dan berendam diidalam drainase yang ada dipinggir jalan.
“Iya, kami berendam di drainase, karena sangat panas. Awalnya tidak tahu kalau itu air keras. Tidak ada satupun yang menolong. Kami langsung menelpon ke rumah dan akhirnya dijemput keluarga dan dibawa ke rumah sakit” ujar Marlia.
Asrul Gunawan Jaringan aktifis 98 mengaku, mereka menduga penyebab kejadian itu lantaran tadanya orang yang tidak senang kepada Sukma.
Sebab, sebelum kejadian Sukma bersama aktifis 98 sempat menggelar aksi demo di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta terkait pengusutan dana Bansos di Provinsi Sumsel yang kini sedang ditangani oleh Kejaksaan Agung.
“Kami duga, ada orang yang tidak senang dengan aksi korban demo kemarin. Kami tidak menduga siapa oknumnya, namun kalau ada unsur-unsir yang terkait aksi kemarin jelas sangat bahaya,” ujar Asrul.
Pihaknya sendiri kini telah melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Palembang untuk dilakukan tindak lanjut.
“Laporan sudah kemarin dibuat, sekarang kami tinggal menunggu Polisi bekerja untuk menangkap pelaku,” kata dia.
Sumber:Rmolsumsel[rik]
Posted by: Admin
