
TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG – Hingga akhir Januari 2016, alat berat Tower Crane masih menempel di proyek Gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Sumatera Selatan. Dipihak lain, Kepala Dinas Kesehatan Lesty Nuraini dan kontraktor PT. PP mengklaim pekerjaan tahap III tahun 2015 tersebut sudah selesai pada 21 Desember 2015.
Benarkah ? Pemantauan DETEKTIFSWASTA selama beberapa hari ( 23- s.d 28 Februari 2016-Red) disekitar lokasi proyek Gedung RSUD Prov. Sumsel Jl. Kolonel Burlian KM 5,5 Palembang yang berdekatan dengan Rumah Sakit Mata itu, diduga keras sejumlah pekerja masih terus melakukan aktivitas.
Pengamanan di lapangan dilakukan extra ketat. DETEKTIFSWASTA yang mencoba masuk ke lokasi proyek tidak diizinkan oleh petugas keamanan. Mereka mengaku proyek sudah selesai dan yang dikerjakan sekarang hanya pembersihan. Ketika ditanya mengapa Tower Crane terpasang pada struktur gedung si Satpam hanya terdiam sembari menutup pintu masuk.
Hingga akhir Januari 2016, Tower Crane yang merupakan alat vital dalam pembangunan gedung bertingkat masih menempel pada struktur gedung. Hingga akhir Januari 2016, Tower Crane yang memiliki multi fungsi antara lain mengangkut concrete bucket untuk pengecoran kolom pada lokasi yang tinggi, mengangkut peralatan bantu dan bahan-bahan untuk pekerjaan struktur seperti air compressor, bekisting kolom, flying Table for, besi beton serta memindahkan bahan konstruksi ke tempat yang lebih tinggi.
Sumber DETEKTIFSWASTA mengungkapkan, jika benar pekerjaan pembangunan Gedung RSUD Prov. Sumsel tahun 2015 itu sudah selesai pada 21 Desember 2015, proyek tentunya sudah bersih dari alat-alat berat seperti dari Tower Crane. Kalau hanya satu dua hari menunggu dibongkar masih wajar, tapi kalau sebulan lebih ya tidak masuk akal karena biaya sewa Tower Crane itu bisa Rp 80 Juta per bulan, Upah Operator 2 orang Rp 17 Juta per bulan.
Jadi tidak masuk akal Tower Crane dibiarkan menganggur di lapangan lebih dari satu bulan di lapangan. Bisa jadi acara Ceremony Penyelesaian Pekerjaan yang digelar pada 22 Desember 2016 itu hanya akal-akalan untuk menghindari denda keterlambatan penyelesaian pekerjaan, kata sumber DETEKTIFSWASTA. Kepala Dinas Kesehatan Prov. Sumsel Lesty Nuraini yang dicoba dikonfirmasi DETEKTIFSWASTA nampaknya selalu mengelak.
Permintaan Konfirmasi yang disampaikan lewat surat tanggal 28 Januari 2016 tak pernah direspon. Ketika dicegat pada (5/2/2016). Lesty meminta waktu hari Selasa (9/2/2016) saja. Tetapi ketika ditemui sesuai hari yang dijanjikan, Lesty melalui salah seorang staffnya mengatakan masih ada acara di Polda Sumsel sampai sore dan meminta agar menemui Sekretaris Dinas.
Sekretaris Dinas yang dicoba ditemui di ruang kerjanya juga menghindar dengan alasan tidak memahami proyek pembangunan gedung RSUD Prov. Sumsel tersebut. “Silahkan menghubungi PPTKnya di kantor Dinas PU Cipta Karya Sumsel, Syarifudin atau Pengawas Lapangan, Mansur”, kata Sekdin melalui salah seorang stafnya.
Pengawas lapangan Mansur yang ditemui di kantor Dinas Kesehatan Sumsel (15/2/2016) mengelak memberikan komentar. “Kalau untuk ditulis di media saya tidak berani bicara, harus Kepala Dinas atau minimal PPTK”, kata Mansur.
Informasi yang dihimpun DETEKTIFSWASTA, pembangunan fisik Gedung RSUD Provinsi Sumsel telah berlangsung 3 tahap, dikerjakan oleh PT. PP (Persero).
Pekerjaan tahap pertama tahun 2013 dengan nilai kontrak sebesar Rp 19.585.800.000,-
Pekerjaan tahap kedua tahun 2014 dengan dana Rp 19.850.000.000,-
Pekerjaan tahap ketiga tahun 2015 dilaksanakan berdasarkan kontrak No. 165/Kontrak/Kes/APBD/2015 tanggal 02 Juli 2015 nilai kontrak Rp 144.449.758.000,-, masa pelaksanaan 180 hari kalender.
Dan untuk tahap 4 tahun 2016 telah dialokasikan dana sebesar Rp 129 Miliar lebih.
SELESAI TEPAT WAKTU. Informasi yang dikutip dari Laman www. Dinas Kesehatan Prov. Sumsel tanggal 24 Desember 2015, dibawah judul “RSUD Provinsi Sumsel Selesai Tepat Waktu Untuk Tahap Struktur Dengan Zero Accident” menyebutkan.
Pekerjaaan lanjutan pembangunan Gedung Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Sumatera Selatan (RSUD Prov. Sumsel) tahun 2015 yang dipercayakan kepada PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk selesai tepat waktu sesuai dengan kontrak.
Rampungnya proyek yang dilaksanakan selama 150 hari kalender itu ditandai dengan acara Ceremoni Penyelesaian Proyek yang digelar pada tanggal 22 Desember 2015 lalu bertempat di lokasi proyek Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Jl. Kol. H. Burlian KM 5,5 Palembang.
Pekerjaan utama untuk tahun anggaran 2015 dengan (Paket Struktur)dengan Masa pelaksanaan pekerjaan menurut Kontrak No. 165/Kontrak/Kes/APBD/2015 tanggal 02 Juli 2015 dari tanggal 25 Juni 2015 s.d 21 Desember 2015 telah selesai. Pekerjaan utama meliputi pekerjaan struktur beton bertulang dengan luas lantai dengan luas 59.750 m persegi dan terdiri dari 12 lantai.
Adapun kendala yang dihadapi adalah persiapan material dan alat pendukung, kondisi kesehatan tenaga kerja disebabkan faktor cuaca, bencana kabut asap dan disusul musim penghujan. Namun proyek tetap bisa selesai tepat pada waktunya dan mampu dikerjakan dengan safety dengan hasil zero accident.
Ceremonial ini dihadiri Ibu Kadinkes Dra. Lesty Nurainy,Apt.,M.Kes. bersama rombongan yaitu Kabid Yankes dr. H. Trisnawarman, M.Kes, Ibu dr. Widya, MARS, Bpk Ir, syarifudin selaku PPTK, Bpk. Ir. Mulyanto selaku manager operasional manajemen konstruksi PT. Cirajasa CM, Ir. Joko Sutiono selaku Manager proyek manajemen Konstruksi , Ir. Muhermin C Chaniago, Msc. Selaku Kacab 2 PT. PP, Tbk, Ir. S Tria Manager Marketing PT. PP Tbk.
Dalam sambutannya Kadinkes memberikan apresiasi dan kebahagiaan dan rasa syukur atas terselesaikannya proyek pembangunan ini serta banyak mengucapkan rasa terima kasih.
Kemudian kedepannya daerah sekitar RSUD ini diharapkan akan menjadi medical city suatu kawasan kesehatan milik pemprov sumsel karena disini rencana akan disediakan gedung steam cell, Gedung Fak. Kedokteran Gigi, Fak. Kedokteran , Rumah tinggal tenaga medis, Kantor Dinas Kesehtan, dan mall.
Kedepan proyek ini akan diberlanjutkan bekerjasama kembali dengan Pihak PT. PP, Tbk. dan Kadinkes mengharapkan kesiapannya. Dalam testimoni juga Ibu Kepala Dinas Kesehatan memberikan harapan semoga pembangunan rsud ini bermanfaat bagi masyarakat sumsel membuat masyarakat menjadi sehat.

Sedangkan kondisi lapangan lokasi yang akan dibangu pada bulan April 2015 lalu seperti terlihat di foto tersebut diatas. Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel sudah menyelesaikan tender pembangunan Rumah Sakit (RS) Provinsi Sumsel di Jalan Kolonel H Burlian KM 5 Palembang, atau tepatnya di eks-RS Ernaldi Bahar. Proyek yang sudah dimulai beberapa tahun lalu itu memasuki tahap ketiga pembangunan.
Kepala Dinkes Sumsel, Lesty Nurany mengatakan, pembangunan tahap tiga di tahun ini masih memfokuskan pada pondasi. Dari yang sebelumnya baru dua lantai, tahun ini Dinkes menargetkan sudah berdiri pondasi lanjutan.
“Kalau sekarang baru pondasi bawahnya saja. Tender sudah selesai, tinggal melanjutkan struktur bangunan hingga 11 lantai,” kata Lesty saat dibincangi Sripo di Kantor Gubernur Sumsel, Jalan Kapten A Rivai Palembang, Jumat (29/5/2015).
Ia menuturkan, pembangunan pondasi tahun ini membutuhkan dana sekitar Rp 150 miliar. Dinkes Sumsel memang menganggarkan biaya pembangunan per tahun atau reguler, bukan jamak atau multiyears. RS Sumsel dibangun dengan klasifikasi dengan Tipe A sesuai Peraturan Menteri Kesehatan nomor 56 tahun 2014. Klasifikasi pelayanan dibedakan dengan kelas dan non kelas, dan memprioritaskan pasien berobat gratis; pasien pemegang Jamsoskes ataupun BPJS Kesehatan.
“Jangan tanya ke saya, karena tidak tahu juga kenapa anggaran per tahun. Kita yakin saja tak akan mempengaruhi tahapan pembangunan. Namun yang pasti RS Sumsel sudah harus beroperasi tahun 2017 nanti,” ucapnya.
Saat ini RS Sumsel baru teralisasi sekitar 25 persen. Lesty memastikan, bila pengoperasian RS itu bisa mengurangi kepadatan di Rumah Sakit Muhammad Husin (RSMH) Palembang karena menyediakan kamar hingga 600 tempat tidur.
Jumlah tersebut dinilai cukup untuk mengurangi pasien yang membludak di RSMH saat ini. Pembangunan RS Provinsi juga membenahi sistem pelayanan kesehatan di Sumsel mulai dari tingkat dasar, melengkapi sarana dan pra sarana hingga SDM.
RS Provinsi yang akan berdiri di tanah seluas 14 hektar, paling tidak dibutuhkan total dana pembangunan sekitar Rp 600 miliar. Tahun lalu saja, Dinkes Sumsel telah menghabiskan Rp 52,8 miliar. Fisik pembangunan gedung utama rumah sakit ditargetkan selesai pada 2015.
Pada gedung utama terdiri dari lantai basement untuk tempat parkir dan instalasi farmasi. Lantai satu untuk instalasi gawat darurat, ruang diagnosa, ruang rawat jalan dan fasilitas umum. Sedangkan lantai dua terdiri dari ruang intensif yakni ICU, NICU dan PICU. Lalu lantai tiga dipergunakan untuk instalasi bedah, laboratorium, dan ruang rehabilitasi.
Lantai empat hingga sembilan disediakan untuk ruang rawat inap dan lantai 10 dan 11 diperuntukan ruang manajemen serta pusat rekam medik. Selain gedung utama, di lingkungan RS Sumsel juga dibangun gedung serbaguna dan pusat pendidikan, penelitian, dan pengembangan rumah sakit, laboratorium stem cell, fakultas kedokteran dan perumahan bagi dokter.
Untuk mencukupi SDM, Pemprov Sumsel akan menjalin kerja sama dengan beberapa rumah sakit yang mempekerjakan dokter dan tenaga ahli lainnya. Beberapa dokter yang berstatus sebagai PNS di beberapa rumah sakit atau badan akan dipindahkan.
Posted by: Adin Transformasinews.com
