ALEX NOERDIN CALON TUNGGAL KETUM KONI SUMSEL

1429545360
Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin (Antara/Reno Esnir)

TRANSFORMASINEWS, PALEMBANG. -Tim Penjaringan dan Penyaringan bursa calon ketua umum KONI Sumsel masa bakti 2016-2020, secara resmi menutup pendaftaran calon ketua umum KONI Sumsel, pada hari Rabu (17/2) kemarin tepatnya pukul 16.00 Wib. Hal ini sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan sebelumnya bahwa tim Penjaringan dan Penyaringan membuka pendaftaran sejak tanggal 6 sampai 17 Februari pukul 16.00 Wib.

Tim yang terdiri dari dr H. Aidit Aziz selaku ketua, wakil ketua Bambang Hariyanto SH, MH.,FCBArb, sekretaris Drs H Asdit Abdullah M.Si, wakil sekretaris Dr A Taqwa dan anggota Drs H Amir Faisal, kemarin sore telah menggelar rapat dan secara resmi menutup pendaftaran calon ketua umum KONI Sumsel.

“Sesuai ketentuan hingga pukul 16.00 wib pendaftaran resmi kita tutup, dan sampai saat ini hanya ada satu nama yang disampaikan oleh pengprov cabor dan KONI kabupaten / kota sebagai calon ketua umum KONI Sumsel yaitu bapak H Alex Noerdin selaku ketua umum Pengprov Perbakin Sumsel,”jelas Aidit Aziz saat ditemui usai rapat tim penjaringan dan penyaringan, Rabu (17/2) kemarin diruang rapat KONI Sumsel.

Lebihlanjut dikatakan mantan wakil walikota Palembang ini, dari sekian banyak anggota KONI Sumsel yakni pengprov cabor, organisasi fungsional dan KONI Kabupaten /kota, mayoritas mendukung dan mencalonkan H Alex Noerdin selaku ketua umum Perbakin Sumsel untuk menjadi ketua umum KONI Sumsel masa bakti 2016-2020. Dan Bapak H Alex Noerdin juga sudah menyatakan kesediaannya untuk dicalonkan, hal ini dibuktikan dengan surat pernyataan kesediaan untuk dicalonkan yang sudah ditandatangani dan sudah disampaikan kepada tim penjaringan dan penyaringan tepat pada tanggal 17 Februari 2016.

“Surat penyataan dukungan dari pengprov cabor dan KONI Kabupaten /kota yang disampaikan kepada kami hingga batas akhir pendaftaran sebanyak 32 dari pengprov cabor dan 13 dari KONI Kabupaten/Kota. Sementara persyaratan untuk calon ketua umum KONI Sumsel, wajib mengantongi rekomendasi/dukungan secara tertulis dari atau diusulkan oleh minimal 15 (lima belas) cabor/organisasi fungsional anggota KONI Sumsel dan 5 (lima) KONI kabupaten/kota se-Sumsel yang masih aktif dan tidak bermasalah. Selain itu calon ketua umum merupakan ketua umum pengprov cabor atau pengurus KONI,” tegas mantan Asisten Kesra Pemprov Sumsel ini.

Ditambahkan wakil ketua tim penjaringan dan penyaringan Bambang Hariyanto SH, MH.,FCBArb, pihaknya sudah membuka kesempatan seluas-luasnya baik melalui media maupun menyampaikan langsung ke anggota-anggota KONI Sumsel perihal pendaftaran calon ketua umum KONI Sumsel.

“Namun sampai saat ini, hanya satu berkas yang disampaikan kepada kami yaitu atas nama H Alex Noerdin berdasarkan dukungan mayoritas dari pengprov cabor, organisasi fungsional dan KONI kabupaten/kota se Sumsel. Jadi hasil ini akan segera kami buat berita acara dan disampaikan langsung pada pelaksanaan Musorprov yaitu forum tertinggi, yang recananya akan digelar pada 26-28 Februari mendatang,” ujar advokat ternama ini.

Keinginan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin mencalonkan diri menjadi Ketua Umum KONI Provinsi Sumsel menggantikan Muddai Madang yang berakhir masa jabatannya pada Februari 2016, mendapatkan respons beragam dari kalangan olahraga di daerah itu.

Pelatih Catur Sumsel Mursili di Palembang, Minggu (24/1), mengatakan dirinya sangat mendukung keinginan orang nomor satu di Pemprov Sumsel tersebut karena mengamati belum adanya figur yang tepat dari kalangan independen (nonbirokrasi) untuk mengemban tugas tersebut.

“Justru lebih bagus diambil oleh gubernur saja karena yang bakal menggantikan hampir dipastikan tidak dapat mengendalikan KONI. Sementara, di satu sisi, tugas Sumsel ke depan sangatlah berat yakni mengirimkan tim PON dan menjadi tuan rumah Asian Games,” kata Mursili.

Ia mengemukakan, sejumlah pengurus cabang olahraga telah bersepakat untuk mendukung keinginan gubernur tersebut mengingat KONI masih tergantung dengan pemerintah terkait pendanaan.

“Perlu orang yang benar-benar kuat, karena jika kalangan independen untuk menembus pemerintah itu bukan perkara mudah. Lebih baik gubernur saja yang turun langsung demi kemajuan olahraga Sumsel,” kata dia.

Berbeda pendapat, pelatih karate Sumsel Aliuddin mengatakan sebaiknya gubernur tidak turun tangan mengurusi KONI karena sejatinya organisasi ini tidak ada kaitannya dengan kepentingan menjadi tuan rumah Asian Games.

“KONI itu titahnya mengurus atlet, bukan mengurus event. Jika gubernur turun langsung menjadi ketua, lantas siapa yang mengawasi organisasi karena gubernur sudah ada di dalam. Saya justru sangat mendukung jika gubernur jadi Menpora,” kata dia.

Menurutnya, akan lebih baik, gubernur sebagai pengayom KONI mempercayakan kepada orang lain yang diusung pengurus cabang olahraga sembari memberikan pengawasan dan dukungan yang melekat.

“Posisi sebagai orang nomor satu di lingkungan pemprov Sumsel yang penuh dengan kesibukan dikhawatirkan akan membuat gubernur menyerahkan kewenangan ke orang lain untuk mengurus KONI. Hal ini yang kurang baik, seharusnya Ketua KONI itu sebenar-benarnya ketua bukan sebatas menjalankan mandat gubernur saja,” kata dia.

KONI Provinsi Sumatera Selatan segera membuka bursa calon ketua umum baru untuk menggantikan kepengurusan pimpinan Muddai Madang yang berakhir masa jabatannya pada Februari 2016.

Wakil Ketua Bidang Organisasi KONI Sumsel Asdit Abdullah mengatakan organisasi sudah berkonsultasi dengan KONI pusat dan mendapatkan arahan bahwa musyorprov harus segera digelar sesuai dengan mekanisme organisasi.

Ia tidak membantah keinginan gubernur ini bertentangan dengan UU Nomor 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional Pasal 40, yakni menyatakan bahwa pengurus KONI provinsi dan kabupaten/kota bersifat mandiri atau tidak terikat pada kegiatan jabatan struktural dan jabatan publik.

Namun, ia mengharapkan berbagai pihak dapat berpikir terbuka karena mendapati kenyataan di beberapa daerah justru mengalami kemunduran setelah diserahkan ke pejabat nonpemerintah. Bahkan, di beberapa daerah sudah berani menabrak aturan tersebut demi untuk menggerakkan olahraga.

“Saat ini juga muncul keinginan untuk merevisi aturan UU tersebut, khusus di Sumsel sendiri, saya rasa jika dipegang oleh gubernur masih bisa diterima mengingat sebentar lagi menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Jadi tidak bisa aturan itu dipukul rata untuk setiap daerah,” kata mantan ketua PWI Sumsel ini.

KONI Sumsel sejak 2009 dipimpin oleh Muddai Madang dengan latar belakang pengusaha dan pengurus cabang olahraga. Kini, ia terpilih menjadi Wakil Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia berduet dengan Erick Tohir.

LAPORAN: YOSEP INDRA PRAJA/Jas/yip

Sumber:Rmolsumsel/Antara

Editor: Amrizal Ar

Posted by: Amrizal Aroni