KONI Sumsel Main Pecat, SFK Siapkan 20 Pengacara

suparman roman

Suparman Roman Ketua Umum KONI Kota Palembang

  • TRANSFORMASINEWS, PALEMBANG.  Solidaritas Fungsional KONI (SFK) Provinsi Sumatera Selatan, menyiapkan 20 pengacara apabila paparan yang dilakukan pada hari Selasa tanggal 17 Februari 2015 mengenai kondisi yang terjadi di tubuh organisasi yang dipimpin oleh Muddai Maddang tersebut tidak mendapatkan dari KONI Pusat.

Menurut Suparman Roman, salah satu anggota dari SFK, mengatakan bahwa paparan tersebut dilakukan dengan tujuan menyampaikan apa yang menjadi ketidakpuasan dari SFK karena disingkirkan dengan tidak sepatutnya dengan alasan tidak kredibel.

“Kita dipanggil KONI Pusat untuk mendengarkan apa yang sebenarnya terjadi di tubuh KONI Sumsel. Kita akan jelaskan secara mendetail tentang keburukan yang tidak terendus oleh khalayak ramai.” kata Suparman Roman, seperti diberitakan oleh Harian Umum Sriwijaya Post terbitan tanggal 17 Februari 2015.

Menurut pria yang juga merupakan Ketua KONI Palembang itu, keputusan KONI Sumsel untuk mengganti pengurus yang dianggap tidak kredibel dan tidak dapat bekerja sama, merupakan sikap yang tidak masuk akal. Apalagi pengurus baru yang duduk di kepengurusan KONI Sumsel saat ini, bukan merupakan orang olahraga melainkan lebih kepada faktor kedekatan pribad.

“Kami ingin keputusan tersebut ditinjau ulang. KONI harus bisa lebih bijak dalam mengambil sebuah keputusan.” ujar Suparman.

Sebelumnya, dua puluh fungsionaris KONI Sumsel yang diberhentikan dari Kepengurusan KONI Provinsi Sumatera Selatan, mengajukan surat permohonan pencabutan SK Nomor 120 Tahun 2014 tentang Perubahan Susunan Pengurus KONI Provinsi Sumatera Selatan masa bakti 2012-2016. Mereka meminta pertimbangan serta kebijaksanaan Ketua Umum KONI Pusat agar SK tersebut dapat ditinjau ulang atau dibatalkan.

Surat ini dibuat di Palembang pada tanggal 26 Januari 2015 dengan melampirkan tanda tangan Anggota Solidaritas Fungsionaris KONI Provinsi Sumatera Selatan. Surat tersebut ditandatangani oleh Dhani Indra, Amir Hamzah, Freddy Haryanto, Husni Yusuf, Napoleon, Faisal, Triyanto, Akib, Asnawi HD, Saidina Ali, Tabrani Simanjuntak, Asnawi, Iis Ledy Febrilisa, Badrullah Daud Kohar, Juandi, Claudia, dan Zulherman. Sementara itu, yang tidak menandatangani Surat tersebut adalah Dersyah, Ruslinawi, dan Aidit Aziz.

Sumber: DetikSumsel.com

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
TransformasiNews.com @ 2016