Pilkada OKU Pertarungan Macan

SUNGKONO PATRA

TRANSFORMASINEWS, BATURAJA. Sebagai salah satu Partai Politik (Parpol) pengusung pasangan Cabup-cawabup Hj Percha Leanpuri – HM Nasir Agun (Percha Nian), Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (DPD PKS) terus melakukan konsolidasi ke daerah sampai ke tingkat ranting.

Tujuannya tak lain, agar pasangan Cabup-cawabup yang diusung PKS ini dapat memenangi pertarungan Pilkada Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Desember mendatang.

“Tetap konsolidasi ke daerah sampai ke ranting. Kita juga persiapkan untuk pembentukan saksi. Karena ini adalah sebuah pertarungan head to head yang luar biasa. Selisih satu suara saja, bisa mengakibatkan fatal. Jadi kami (PKS) harus fight,” ucap Ketua DPD PKS OKU, Eko

Sungkono Patra, dibincangi wartawan, usai kegiatan jalan sehat bersama Percha Nian, tadi pagi (23/8).  Apalagi sambung Eko, lawan yang dihadapi pasangan Percha Nian yakni pasangan H Kuryana Aziz – Johan Anuar (Bekerja), ini dia sebut sebagai macan.

“Yang dihadapi macan, jadi harus kerja keras,” seloroh mantan anggota DPRD OKU periode 2009 – 2014 itu.

Kenapa pasangan Bekerja ia sebut macan. Pertama, ia melihat bahwa sosok Kuryana Aziz (KA) adalah seorang Petahana.
Ini menurut dia, sedikit banyak punya potensi untuk mempengaruhi birokrasi. Dimana berdasar pengamatannya, itu sudah sampai level tingkat bawah.

Yang kedua, melihat sosok Johan Anuar (JA), yang saat ini memegang tongkat komando sebagai Ketua Parpol dan Ketua DPRD.
“Nah, ini macan. Walaupun elektabilitas mbak Percha masih unggul, tetap harus fight,” imbuh dia.

Bagaimana PKS menepis isu yang menerpa pasangan Percha Nian, terkait gender dan blasteran? Menurut Eko, isu gender kini sudah tak jadi masalah. Yang penting bagaimana sosok pemimpin bisa memberikan konstribusi terbaik bagi rakyat OKU.  “Lihat Ratu Bilqis, bisa memberi kemakmuran bagi rakyatnya. Nah, kita ingin seperti itu,” imbuhnya.

Kalau terkait ayat yang menyebutkan laki-laki lebih kuat dari wanita, menurut Eko, asbabul wurud-nya bukan untuk itu.
Itu untuk merujuk pada jabatan Presiden. Sebab, dalam fiqh wanita, sudah jelas tidak boleh kalau wanita mengatur seluruh urusan Negeri.

“Tapi untuk level ke bawah boleh. Seperti Gubernur, Bupati/ Walikota, yang sifatnya administratif, sah-sah saja. Yang masih jadi perdebatan terkait pemimpin wanita ini untuk jadi presiden dalam sebuah negeri. Jadi, jangan sampai terkecoh. Baram memilih pemimpin wanita itu tidak benar. Kita pilih mana yang bermanfaat untuk umat,” papar dia.

Mengenai isu Percha bukan asli OKU, ini juga dibantah Mas Eko. Dikatakan dia, Percha itu jelas DNA-nya orang OKU asli.
“Kalau dadanya dibedah, keluar DNA OKU. Karena darahnya berasal dari ibunya yang asli Ogan sini. Bid’ah kalau mengatakan Percha bukan asli OKU. Justru ini sebuah kombinasi yang bagus,” lanjutnya.

Percha itu sambung dia, anak biologis dan ideologis Bupati OKU Timur H Herman Deru. Jadi dia sangat memahami betul bagaimana cara memimpin pemerintahan. Apalagi dengan pengalamannya menjadi anggota DPD RI dua periode.

“Kita bisa mengaca pada bapaknya (Herman Deru), bagaimana memimpin OKU Timur dua periode dan meninggalkan kepemimpinannya dengan khusnul khotimah. Ya, OKU Timur ditinggalkan dengan auto pilot,” ujarnya.

Jadi, PKS dalam hal ini optimis bagaimana menambah kemenangan Percha. “Kami akan mengawal kemenangan ini sampai 9 Desember nanti. Apalagi kader PKS merata di tiap desa,” pungkasnya.

Laporan: Muhammad Wiwin [yip]

Sumber:Rmolsumsel

Posted by: Amrizal Aroni