
TRANSFORMASI,JAKARTA- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menerima dua nama Calon Pimpinan KPK dari Panitia Seleksi (Pansel) di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (16/10).
SBY berjanji akan meneken kedua nama Calon Pimpinan KPK 2014-2018 tersebut dan segera mengajukannya kepada DPR RI.
“Pansel telah menuntaskan tugas yang Bapak berikan dan pada hari ini menyampaikan dua nama,” ujar Ketua Pansel Calon Pimpinan KPK, Amir Syamsuddin, yang juga Menteri Hukum dan HAM, saat menyerahkan.
Kedua nama calon pimpinan KPK hasil seleksi tersebut adalah Muhammad Busyro Muqoddas dan Roby Arya Brata. Busyro adalah komisioner KPK yang kembali mengajukan diri setelah masa jabatannya berakhir pada 25 Desember 2014. Adapun Roby adalah pakar kebijakan publik dan penggiat antikorupsi.
Setelah menerima laporan dari Ketua Pansel, SBY kemudian menyampaikan bahwa pertemuan ini terbuka dan media dapat meliput.
“Agar rakyat Indonesia tahu, Pansel berkerja secara profesional, independen dan menjunjung tinggi transparansi dan akuntabilitas,” kata SBY.
KPK, lanjut SBY, adalah pilar penting dalam pemberantasan korupsi. Maka dari itu, sejak awal penyeleksian calon pimpinan KPK, Presiden telah meminta agar proses tersebut dilakukan dengan benar. Presiden tidak mengintervensi hasil seleksi yang dilakukan oleh Pansel.
“Dua nama ini juga tidak akan saya ganggu apapun karena tugas saya obyektif. Hasil Pansel akan saya teruskan ke DPR. Saya berharap proses di DPR RI juga berorientasi pada apa yang jadi hasil seleksi ini,” jelas SBY.
Presiden dua periode ini berharap proses ini tidak dipolitisasi. “Ini penting karena kalau sudah bicara KPK, seleksi calon pimpinan KPK itu mudah sekali muncul kecurigaan bahwa jangan-jangan kekuasaan ikut mencampuri proses seleksi ini,” tandas SBY dilansir dari laman presidenri.go.id.
Amir datang dengan didampingi anggota Pansel lainnya, yakni Farouk Muhammad, Rhenald Kasali, Harkristuti Harkrisnowo, Imam Prasojo, Widyo Pranomo, Ahmad Ube, dan Molan Tarigan. Sedangkan mendampingi Presiden dalam kesempatan ini adalah Menko Polhukam Djoko Suyanto, Mensesneg Sudi Silalahi, Seskab Dipo Alam, Jaksa Agung Basrif Arief, dan Kapolri Jenderal Sutarman. [RMOL]
