|
|
|
TRANSFORMASINEWS, PALI. Lelang tiga jabatan eselon II di Pemkab Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) ditengarai sarat dengan permainan. Oknum Panitia Seleksi (Pansel) diduga melakukan pertemuan tertutup dengan beberapa peserta pada malam sebelum seleksi dilakukan.
Wartawan yang saat itu berada di Wisma Mawar Komperta, tempat dimana panitia menginap memergoki peserta keluar masuk wisma. Bahkan ada yang membawa amplop ukuran besar dan tebal. Entah apa yang dibawa peserta tersebut.
Ketua DPD Partai Demokrat PALI, Firdaus Hasbulah SH yang saat itu juga sedang berada di Wisma Mawar menyesalkan pertemuan tersebut.
“Ini ada apa? Kenapa para peserta melakukan pertemuan dengan panitia dan asesor di ruangan tertutup?” tanya Firdaus.
Adanya pertemuan tersebut, lanjut firdaus justru menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Padahal dibentuknya panitia yang terdiri dari kalangan profesional seperti akademisi dan birokrat adalah untuk meningkatkan kualitas pejabat di PALI.
“Ditunjuknya para profesional, agar pejabat yang terpilih nanti betul-betul profesional dan kompeten di bidangnya. Kalau begini, masyarakat bisa menjadi ragu terhadap siapapun yang nanti terpilih,” terangnya.
Karena itu, Firdaus meminta pelaksanaan seleksi agar diulang karena diduga sarat ‘permainan’.
“Kalau begini seleksinya mending dibatalkan dan lebih baik diulang saja,” tegas Firdaus.
Pantauan wartawan, Senin malam (27/4) lalu, oknum pejabat Kus yang menjabat salah satu kepala dinas, dan Bah juga kepala dinas, terlihat keluar masuk tempat para Pansel dan Asesor menginap.
Untuk diketahui, Kus merupakan kandidat peserta tes untuk seleksi jabatan Sekretaris Daerah (Sekda). Sementara Bah, namanya tidak terlihat sebagai peserta, namun nama terakhir terlihat paling sibuk sendiri.
Sementara itu Ketua Pansel, Markoni Badri membantah bila telah terjadi permainan dalam proses seleksi ini.
“Tidak benar itu. Kami profesional,” tegasnya.
Namun Markoni mengakui bila ada oknum pejabat yang bertemu dengannya malam sebelum pelaksanaan test.
“Kita akui memang dia (Kus, red) datang bertamu, tapi kami tidak tahu kalau dia salah satu peserta. Kalau Bah, dia kan tidak ikut seleksi, tujuannya bertemu saya untuk urusan lain,” ujarnya.
Kehadiran Kus di Wisma Mawar, lanjut Markoni, atas undangan dirinya.
“Kita yang ngundang. Tapi untuk urusan lain, bukan terkait seleksi. Kami baru tahu kalau dia ikut seleksi,” jawab Markoni.
Menurut Markoni, meskipun dirinya bertemu dengan peserta namun Pansel tidak bisa mempengaruhi hasil seleksi. Karena hasil seleksi sepenuhnya kewenangan Asesor yang sengaja didatangkan dari Jakarta.
“Pansel hanya bertugas menyeleksi berkas lamaran peserta, apakah memenuhi syarat atau tidak. Kalau tes nya sendiri dilakukan sepenuhnya oleh Tim Asesor,” tambahnya.
Tanggal 23 April 2015 yang lalu, Pansel pengisian jabatan tinggi pratama mengeluarkan pengumuman nomor 04/Pansel/IV/2015 yang berisi daftar peserta yang lolos seleksi administrasi.
Untuk jabatan Sekretaris Daerah terdapat sembilan nama yang lolos seleksi administrasi.
Mereka adalah Amiruddin Tjikmat (Plt Sekda), Abu Hanifah (Kadisdikbud), Rusman Firman (Ka BPBD) Burdani Akil (Staf Ahli Setda), Husman Gumanti (Kaban Kesbangpol), Suprihyatno (Kaban KBPP), Agen Eleidi (Kadishubkominfo), Kusmayadi (Kadisperindag) dan Rusmin Nuryadin (Kadisparpora).
Selain itu untuk posisi staf ahli pemerintahan terdapat tujuh peserta dan posisi Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan ada enam peserta yang lolos.
Seluruh peserta mengikuti tes tertulis dan Psikotes, Selasa (28/4) di ruang laboratorium SMAN 1 Talang Ubi.
Pelaksanaan tes sendiri menggunakan tenaga asesor yang didatangkan langsung dari Jakarta.
SUMBER:[RMOL/AR]

