TRANSFORMASINEWS, PALEMBANG. Belum seleasainya masalah ganti rugi lahan di kawasan Jakabaring, membuat waktu pengerjaan jembatan fly over simpang Jakabaring, di jalan Ahmad Yani dan Ryacudu molor.
Target sebelumnya akan selesai pada akhir 2014, tidak akan pernah terwujud, karena kondisi fisik pembangunan yang belum mencapai 50 persen.
PPTK sekaligus Kepala Proyek Pembangunan Flyover Jakabaring Palembang, Joko Saputra, mengakui jika pembangunan jembatan fly over untuk mengatasi kemacetan di simpang jalan Ahmad Yani dan Ryacudu atau biasa disebut simpang Jakabaring lamban.
Bahkan, pembangunan tahap kedua, baru dimulai 6 Oktober 2014 kemarin. Dengan, pekerjaan lanjutan pemancangan tiang P4 arah Jakabaring.
“Tidak dapat kita pungkiri, jika pembangunan fly over simpang Jakabaring tersebut molor terlalu lama. Hal ini disebabkan proses ganti rugi yang tidak kunjung usai,” diakui Joko.
Pembangunan jembatan fly over kedua di kota Palembang ini, baru memasuki tahap kedua berupa pemasangan P4, P5, P6, dan A2 (pangkal jembatan), yang diamana pada tahap awal, sudah kita lakukan pemancangan tiang A1, P1, P2, P3 arah jembatan Ampera yang mulai memasang segmen balok girder dan cor plat.
“Kita sudah siapkan bahan, sampai dengan menyiapkan crane sebagai kelengkapan alat menaikkan balok-balok girder untuk sisi kiridan kanan,” bebernya.
Untuk anggaran pada tahap kedua ini, kita menyiapkan dana Rp 92 miliar dengan target harus selesai tahun depan. Bahkan, dari informasi yang diterima, untuk pembayaran ganti rugi recananya akan dilakukan bulan ini.
“Jika pengerjaannya kita genjot, sedangkan ganti rugi lahan tidak selesai, maka pengerjaan sulit untuk dilakukan. Apalagi, proses pembebasan lahan ini, terkesan rumit, karena adanya tumpang tindih lahan yang akan diganti rugi,” ujarnya.
Selain belum selesainya masalah ganti rugi,masalah lelang juga menjadi kendala pembangunan. Sebab, pembangunan tahap kedua yang ditargetkan Mei 2014, tidak berjalan sesuai waktu, karena tahapan lelang baru dimulai pada bulan Mei 2014, itu juga yang menyebabkan pembangunan tahap kedua ini molor.
“Coba bayangkan, proses lelang memakan waktu 45 hari. Karena baru akan digelar awal Mei 2014 ini, pembangunan tahap kedua mundur ke awal Juni 2014,” tandasnya.
Sumber: [RMOL]
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi