
TRANSFORMASINEWS, PALEMBANG. Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Alex Noerdin melantik Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2015.
Pelantikan secara serentak yang diikuti oleh 7 pasang bupati-wakil bupati. Mereka adalah Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Ogan Ilir AW Nofiadi Mawardi-M Ilyas Panji; Heri Amalindo-Ferdian Andreas Lacony (Kabupaten PALI); Kuryana Aziz-Johan Anwar (OKU); M Kholid-Fery Antoni (OKUT); Popo Ali Maropoi-Sholehien Abuasir (OKUS); Hendra Gunawan-Suwarti (Mura); Syarif Hidayat-Devi Suhartono (Muratara)
“Demi Allah saya bersumpah, akan memenuhi kewajiban sebagai bupat-gwakil dengan sebaiknya dan seadilnya. Memegang teguh UUD RI 1945, dengan selurus-lurusnya. Serta berbakti kepada masyarakat, nusa, dan bangsa,” tegas Gubernur Sumsel Alex Noerdin diikuti pejabat yang dilantik saat mengambil Sumpah Jabatan, PSCC, Rabu (17/2).
Sementara itu, para pendukung dari masing-masing Pasangan Bupati dan Wakil Bupati turut merasakan kegembiraannya dengan meneriakan kata-kata merdeka.
“Merdeka-merdeka,” ungkap para pendukung dari tribun atas saat pasangan Bupati dan Wakil Bupati menandatangani naskah pelantikan.
Hilangkan Paradigma Gerbong
Menanti terobosan kepala daerah yang baru dalam waktu 100 hari sangat sulit dilihat.
Apalagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) induk sudah berjalan. Bukan mereka yang menyusun, kecuali untuk pasangan petahanan.
Waktu tiga bulan pertama ini hendaknya dipakai oleh kepala daerah terpilih untuk konsolidasi tim. Perlu dihilangkan managemen yang kurang solid seperti selama ini.
Belum apa-apa sudah ganti pejabat eselon tanpa mempertimbangkan kualitas dan kompetensinya. Hilangkan paradigma gerbong seperti selama ini. Sudah tidak musim lagi.
Kepala daerah terpilih hendaknya dimasa-masa kepemimpinan perlu merenung, mengamati, dan mengetahui posisi daerahnya. Jangan berpikir sempit, lihatlah posisi daerah dalam bingkai peta Indonesia.
Ada di posisi mana daerah saat ini. Kabupaten/kota di Sumsel belum ada yang menonjol kecuali kepemimpinan gubernurnya. Mestinya kepala daerah yang dilantik bisa melihat kemajuan kabupaten/kota lain di Jawa, Sulawesi, dan Sumatera.
Penggantian pejabat dalam upaya memperkuat sistem boleh saja dilakukan asal mengedepankan kualitas sumber daya manusianya.
Saat ini sudah ada Komisi Sipil Aparatur Negara (KSAN), jadi tidak boleh seenaknya lagi mengganti pejabat. Lebih bagus lagi penggantian itu menggunakan sistem seleksi terbuka atau banyak disebut lelang terbuka.
Di Undang Undang Aparatur Negara juga diatur tentang seleksi terbuka. Cara ini penting untuk mencari SDM andal. Sebelum adanya seleksi ini juga perlu koordinasi dengan KSAN dan Pemerintah Provinsi.
Silahkan ambil putra dan putri terbaik Indonesia yang tersebar di berbagai daerah. PNS kan sudah ada janji bersedia ditempatkan di mana saja.
Mau atau tidak menjalankan cara ini ditentukan kebijakan politik kepala daerah. Mestinya bupati/walikota buka mata dengan lebar, perlu mengubah paradigma yang ada selama ini.
Waktu tiga bula pertama ini juga mesti dimanfaatkan dengan baik konsolidasi. Setelah itu susun program dengan mengoptimalkan anggaran belanja tambahan sekitar periode Agustus. Baru kemudian buat gebrakan dan terobosan bagi kepentingan masyarakat banyak.
Gubernur Sumsel H Alex Noerdin memberikan kata sambutannya usai melantik 7 kabupaten/kota di Sumsel di Gedung PSCC Palembang, Rabu (17/2/2016).
Alex yang mengenakan jas hitam lengkap dengan topinya itu mengatakan perlu diingatkan kembali bupati dan wakil bupati bahwa salah satu kewajibannya adalah memberikan layanan kepada masyarakat, kedua menggali potensi ekonomi di daerah yang dipimpin, ketiga menjalin kerjasama yang baik di daerah dan terakhir mempercepat kesejahteraan rakyat.
“Saudara telah resmi dilantik dan mempunyai tanggung jawab dengan jabatan yag diemban adalah amanah dari masyarakat oleh sebab itu perhatikan nasib rakyat,” kata Alex dalam kata sambutannya.
Sumber:Rmol/yud/TRIBUNSUMSEL.
Editor:Amrizal Ar
Posted by: Amrizal Aroni