Digali,Jenderal yang Benci Novel

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono — MI/Rommy Pujianto

TRANSFORMASINEWS.COM, JAKARTA. PENYIDIK Polda Metro Jaya segera berangkat ke Singapura untuk memintai keterangan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan soal siapa jenderal yang mendalangi penyiraman air keras.

Penyidik Polda Metro Jaya masih menunggu izin dokter yang menangani Novel pascainsiden penyiraman air keras. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan pihaknya tengah berkoordinasi dengan KPK.

Koordinasi diperlukan untuk mengetahui apakah pihak rumah sakit atau dokter yang menangani Novel mengizinkan penyidik memintai keterangan. Soalnya Novel dirawat di negara lain yang memiliki aturan sendiri sehingga polisi ataupun pihak rumah sakit setempat perlu dimintai izin.

Bila nantinya diperkenankan memintai keterangan Novel di Singapura, penyidik polda akan didampingi pihak KPK saat pemeriksaan. “Kami tetap menggandeng KPK,” cetus Argo, kemarin.

Dalam pemeriksaan nanti, pihaknya akan menanyakan siapa sosok jenderal yang sempat dibeberkan Novel terlibat dalam kasus penyiraman air keras. “Nanti kami akan tanyakan, ya, siapa, dan buktinya apa dia ngomong,” jelasnya.

Tak hanya fokus pada sosok jenderal, penyidik akan menanyakan juga latar belakang perkara penyiraman itu sendiri. Novel diserang dua orang tak dikenal dengan menggunakan cairan yang diduga merupakan air keras. Peristiwa itu terjadi seusai Novel menunaikan ibadah salat Subuh di masjid dekat kediamannya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, 11 April 2017.

Setelah dua bulan penyidik Polda Metro Jaya gagal mengungkap siapa pelakunya, Novel dalam wawancara dengan majalah Time pada 10 Juni 2017 di Singapore General Hospital, mengungkapkan jenderal polisi terlibat dalam kasusnya.

Sumber: Mediaindonesia.com (Mal/J-2)

Posted by: Admin Transformasinews.com