Dilarang Intervensi Kasus Makar

kapolri tito karnavian-
Antara/Akbar Nugroho Gumay

TRANSFORMASINEWS.COM, JAKARTA. KAPOLRI Jenderal Tito Karnavian menegaskan persoalan hukum terkait dengan dugaan makar yang saat ini tengah ditangani Polri tidak boleh diintervensi siapa pun. Polri akan tetap menangani sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

“Kalau fakta hukumnya tidak kuat, kami akan hentikan. Itu saja prinsip kami,” kata Tito ketika ditanya wartawan seusai menjadi inspektur HUT ke-36 satpam di Silang Monas, Jakarta, kemarin.

Hal itu ditegaskan dalam menanggapi permintaan Wakil Ketua DPR Fadli Zon agar Polri menghentikan kasus makar. Permintaan itu disampaikan seusai Fadli Zon menerima aduan sejumlah tersangka kasus makar ke Gedung DPR, Selasa (10/1).

Hingga saat ini penyidik Polda Metro Jaya masih terus mengusut kasus dugaan makar tersebut. Dari delapan tersangka makar, baru berkas Sri Bintang Pamungkas yang dilimpahkan tahap satu ke kejaksaan.

Sri Bintang juga satu-satunya tersangka yang ditahan lantaran tidak kooperatif. Tersangka lainnya, Rachmawati, Kivlan Zein, Aditya Warman, Firzha Huzein, Eko Santjojo, Hatta Taliwang, dan Alvin Indra, masih terus didalami.

Selain Sri Bintang, polisi telah merampungkan berkas dua tersangka ujaran kebencian, yakni Rizal Kobar dan Jamran. Mereka dikenai UU ITE. Musikus Ahmad Dhani sebagai tersangka dugaan penghinaan terhadap penguasa dan terindikasi terlibat pemufakatan jahat juga masih diusut.

Terkait dengan wacana pembentukan pansus kasus makar yang didukung Fadli Zon, anggota Komisi III DPR Taufiqulhadi menyatakan itu tidak relevan digolkan. Ia mengatakan pansus itu nanti bisa menjadi instrumen intervensi kasus hukum.

“Biarkan proses hukum membuktikan,” tukas politikus NasDem tersebut.

Sumber: Mediaindonesia (Mal/Gnr/X-5)

Posted by: Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.