Alex Noerdin Perintahkan Pembuatan Wisma Atlet Gunakan Desain Orang Dekat Bekas Sesmenpora

 Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin--(Foto:MI/Atet)
Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin–(Foto:MI/Atet)

TRANSFORMASINEWS, JAKARTA. Pembuatan wisma atlet, Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan tidak lepas dari pengaruh Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin. Alex memerintahkan supaya pembuatan wisma atlet menggunakan desain gambar dan perencanaan orang dekat Wafid Muharam, bekas Sekretaris Sesmenpora, Paulus Iwo.

Hal ini dibeberkan Jaksa Penuntut Umum pada KPK Nurul Widiasih dalam dakwaan anak buah Alex, Rizal Abdullah.

Ia membeberkan, sebelum pelaksanaan pelelangan dimulai, Rizal yang ditunjuk oleh Alex sebagai Ketua Komite Pembangunan Wisma Atlet (KPWA), meminta asisten perencanaan KPWA, K.M Aminuddin buat mewakili Rizal memaparkan mengenai perencanaan pembangunan wisma atlet Prov. Sumatera Selatan.

Perencanaan dibuat tim tenaga ahli Universitas Sriwijaya (Unsri) yang ditunjuk sejak awal dalam perencanaan prasarana Sea Games XXVI tahun 2011.

Pemaparan itu berlangsung pada bulan Agustus 2010 di rumah dinas Alex di Griya Agung, Sumsel. Dalam pemaparan itu diketahui hadir pula sekretaris daerah prov. Sumatera Selatan Yusri Effendy, sekretaris KPWA Musni Wijaya dan orang dekat mantan Sesmenpora Paulus Iwo.

Saat itulah, Alex meminta supaya desain gambar dan perencanaan wisma atlet memakai milik Paulus Iwo.

“Pada saat itu Alex Noerdin memperlihatkan gambar desain dan perencanaan yang dibuat oleh Paulus Iwo, dan memerintahkan KPWA Provinsi Sumatera Selatan agar melakukan studi banding ke work shop tempat pembuatan sandwich panel dan struktur kerangka baja milik Paulus Iwo di Bekasi,” beber Jaksa Nurul di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (29/7/2015)

Untuk menindaklanjuti arahan itu, Musni, Aminuddin, dan M Arifin (Ketua Panitia Lelang wisma atlet) mendatangi workshop milik Paulus Iwo. Di situ hadir pula pihak PT Duta Graha Indah (DGI), yang sudah dipersiapkan untuk menang dalam lelang itu yakni Mohamad El Idris (Manager Marketing PT DGI) dan Wawan Karmawan (staf operasional PT DGI).

“Dalam pertemuan tersebut Paulus Iwo memaparkan mengenai desain dan perencanaan yang dibuatnya dan pernah diperlihatkan oleh H. Alex Noerdin,” tambah Jaksa Nurul.

Setelah pertemuan itu, Mohamad El Idris lantas meminta Direktur PT Penta Rekayasa Forest Jieprang yang juga pembuat gambar kerja arsitektur dan mekanikal proyek wisma atlet untuk membuat yang diharapkan.

Usai permintaan itu, dilakukan pertemuan antara Rizal dengan M Arifin, K.M Aminuddin, Irhamni (asisten adm. dan keuangan panitia lelang wisma atlet), Musni Wijaya serta Wawan Karmawan, Mohamad El Idris, Paulus Iwo dan Forest Jieprang. Dalam pertemuan itu Forest memaparkan gambar desain dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang dibuat.

“Kemudian Rizal mengarahkan K.M Amidnuddin untuk memasukan gambar desain dan RAB yang dibuat Forest Jieprang tersebut ke dalam dokumen perencanaan untuk pembangunan wisma atlet prov Sumatera Selatan,” pungkas dia.

Dalam dakwaan diketahui, Paulus Iwo adalah Direktur Utama PT Triofa Perkasa. Dia juga sub kontraktor PT DGI yang melakukan pekerjaan atap dalam pembangunan wisma atlet.

Dari penelusuran, Paulus kerap bolak-balik diperiksa KPK. Dia juga pernah diperiksa untuk terdakwa Rizal Abdullah. Dia dianggap tahu seputar dugaan penerimaan uang suap dalam proyek pembangunan Wisma Atlet dan Gedung Serbaguna Provinsi Sumatera Selatan, Tahun Anggaran 2010-2011. Pengusaha yang jadi orang dekat mantan Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga Wafid Muharam itu diduga ikut berperan menyalurkan uang dari Grup Permai atau perusahaan Muhammad Nazaruddin ke DPR.

Dalam persidangan kasus suap Wisma Atlet terungkap, jika Grup Permai menggelontorkan dana miliaran rupiah ke DPR untuk mengawal penganggaran proyek wisma atlet SEA Games. Uang setoran itu besarnya sekitar lima persen dari uang muka proyek wisma atlet senilai Rp33 miliar.
Laporan:Renatha Swasty/AZF

Sumber:Metrotvnews.com
Posted By:Amrizal Aroni