TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG. Rendahnya realisasi pendapatan PD Pasar Palembang Jaya pada tahun 2016 mendapat sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Dari target yang begitu rendah, PD Pasar hanya sanggup memenuhi 10 persen.
Di tahun 2016, PD Pasar ditargetkan mampu menyumbangkan pendapatan asli daerah (PAD) Rp 2,5 miliar. Namun faktanya, PD Pasar hanya mampu meraup Rp 277 juta.
Tidak hanya parlemen, Forum Indonesia untuk Trasparansi Anggaran (FITRA) Sumatera Selatan (Sumsel) juga menyampaikan kritik tajam kinerja dari PD Pasar.
Menurut Koordinator Fitra Sumsel Nunik Handayani, PD Pasar tidak memiliki transparansi. Selain itu pola rekrutmen pegawai juga dianggap tidak profesional. Tak heran jika kinerja PD Pasar tidak sesuai harapan dan berdampak pada rendahnya PAD.
“Pola rekrutmen pimpinan dan pegawai PD Pasar yang tidak memiliki kompetensi dibidangnya telah membuat kebocoran besar. Walikota Palembang harus melakukan evaluasi,” tegas Nunik, Rabu (4/1).
Dia mengatakan, transparansi pengelolaan yang dilakukan manajemen PD Pasar juga mempengaruhi minimnya pendapatan dari retribusi yang hanya mencapai 11,08 persen. Jauh jika dihitung dari beberapa pasar yang dikelola pemerintah kota (Pemkot).
“Seharusnya tidak ada alasan kenapa bisa pendapatan begitu rendah. Berdasarkan hitungan sederhana saja, pendapatan yang diperoleh bisa mencapai ratusan juta per bulan,” terangnya.
Sebagai contoh, Nunik mengambil sample pasar 16 Ilir yang diketahui retribusi resminya Rp 6 ribu/lapak.
“Kita ambil kecilnya 1.200 lapak/hari di kali satu bulan, totalnya sebesar Rp 216 juta. Itu satu bulan, bukan satu tahun. Belum sewa lapak/tahun dan pasar lainya yang di kelola Pemkot Palembang, pencapaiannya bahkan bisa surplus. Jadi apa alasan PD Pasar yang justru tidak mampu memenuhi target yang kami anggap sangat rendah,” urainya.
Sumber: Rmolsumsel
LAPORAN: SADAM MAULANA/yip
Posted by: Admin
